Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

Ada yang lebih lagi…

Apakah anda sudah merasakan, bagaimana menahan lapar selama lebih dari 3 hari? Tidak bukan? Saya yakin puasa pun kita (anda dan saya) hanya pada saat bulan Ramadhan + ditambah sesekali puasa sunnah… coba bayangkan dengan mereka diluar sana, yang terpaksa mengganjal perutnya dengan hanya sebungkus mie, atau roti sisa-sisa…. Bahkan Rasul kita pun pernah mengganjal perutnya dengan batu betu kecil… come on think twice bro jika anda masih bisa makan 3 kali sehari dan bahkan masih bisa memilih lauk pauk…   Jika anda berpikir saat ini hidup anda adalah yang paling susah, maka saya perlu katakana pada anda “Think twice bro..” yap.. pikir dua kali apa iya hidup anda yang paling susah? Apakah anda sudah merasakan, bagaimana hidup tanpa kasih sayang orang tua? Atau sanak saudara? Jika mereka masih anda miliki, jika anda masih hidup berlimpah kasih sayang, coba lihat sekeliling kita (anda dan saya) ternyata banyak anak yang terlahir kedunia sudah yatim piatu, bahkan saat baru lahir den...

Anakku sakit

seminggu yang lalu istriku sakit ditambah 1 minggu lebih putriku sakit, dan 3 hari harus opname dirumah sakit, keceriaanya hilang, tak ada lagi suara tawa candanya yang tiap pagi selalu berkicau, gerak-geraknya pun melemah... namun demikian ada begitu banyak hikmah yang dapat kupetik saat sakitnya, selain sakit memang merupakan Takdir dari Alloh Azza Wajalla… PERTAMA, mungkin dari apa-apa yang dimakannya ada terdapat hal-hal yang haram/syubhat sumbernya, sehingga ini memberikan hikmah bagaimana agar aku lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk keperluan nafkah anak dan istri. KEDUA, mungkin dalam pemilihan bahan makanan dan air kami selaku ayah dan ibu tidak teliti dengan membeli air sembarang saja tanpa memperhatikan higienitas, kesehatan sehingga Alloh menegur dengan member sakit di pencernaanya. dari kejadian ini kami akan berhati-hati dan selektif memilihkan bahan makanan dan minuman untuknya. KETIGA, mungkin selama ini kami terlena kehadirannya yang ter...

pekerjaan Hina tapi Mulia

Bekerja itu ibadah, bekerja itu amal sholeh... sepanjang niatnya benar karena Alloh SWT.  Apalagi bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, untuk menafkahi anak dan istri terlebih, terlebih agar kita bisa beramal lebih banyak lagi kepada sesama. Beragam pekerjaan pun menjadi pilihan setiap orang, setiap orang pun menginginkan pekerjaan yang layak. Bekerja di Kantoran, berdasi, gaji tinggi, ruangan berAC, tak perlu banyak mengeluarkan keringat tentu menjadi pilihan sebagian orang. Tapi sayang tak semua orang tak seberuntung itu, banyak saudara-saudara kita yang harus melakukan pekerjaan yang dianggap hina oleh sebagian orang lain. tetapi apakan betul semua pekerjaan hina membuat terhina pekerjanya, ternyata tidak ada pekerjaan-pekerjaan yang kita harus berterima kasih padanya. meski menurut kita itu hina. tapi tidak untuk tukang sampah, pembersih jalan, dan cleaning service. dengan adanya mereka sampah-sampah pun menjadi bersih bahkan tak jarang sampah menjadi bern...

Dia alim koq?

“ga mungkinlah abang akan main-main diluar sana ka, dia kan alim”  Itulah sepenggal kalimat dari perbincangan istriku dengan beberapa rekan kerjanya, mendengar kalimat tersebut hatiku menggelitik tersindir sangat, malu rasanya diri ini dengan penilaian orang-orang tentang diri ini yang hanya sekilas tanpa tau bagaimana aku sebenarnya. Melalui kalimat tersebut, rasa malu membuncah dalam diri dan berkata dalam hati “apa iya? Mungkin ini peringatan dari Alloh agar aku berubah”. Semenjak malam itu aku mengevaluasi diri, atas dasar apa mereka mengucapkan itu? “Oh Tuhan, betapa banyak kesengajaanku meninggalkan sholat, padahal aku tau dosa meniggalkan sholat lebih besar daripada membunuh dan berzina” “Oh Tuhan, betapa sering aku berbuat dzalim pada istri dan anak-anakku, padahal aku tau istri dan anak hadir untuk dilindungi dan dibina, diberi kasih sayang dan cinta” “Oh Tuhan, betapa teganya diri ini membiarkan orang tuaku, padahal aku tau berbakti adala...

Puaslah dan bersyukurlah...

Tak sedikit manusia atau mungkin termasuk kita yang pergi pagi pulang malam, pergi malam pulang pagi, seluruh waktu dia pertaruhkan hanya untuk mendapatkan materi keduniaan, tak pernah puas dengaan yang ada.. sehingga hidup pun seolah hanya untuk itu saja.. tetapi meski sudah demikian manusia masih merasa tidak cukup dan tidak puas, mengapa demikian? pertama, kita tak pernah puas dengan yang Alloh beri, selalu membandingkan dengan yang diatas kita, selalu monoleh kiri kanan tak pernah melihat kebawah yang lebih sulit keadaannya dengan diri kita. Memang sudah menjadi tabiat manusia untuk selalu merasa kurang, jika bisa satu isi lautanpun dan ditambah satu lautan lagi manusia akan tetap merasa haus dengan urusan dunia dan itu jelas-jelas sudah merupakan peringatan dariNya. berawal dari ketidakpuasan tersebut akhirnya kita tak pandai bersyukur, tak pandai berterima kasih kepada Yang Maha Memberi, bukan hanya memberi materi tapi juga Kesehatan, Keluarga, Kebahagiaan, Jenjang Karir y...