Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2016

Eksplotasi anak-anak

Berita layar televisi sore itu menarik perhatiankusejenak aku tertegun dan mengikuti dengan seksama deretan berita yang ditayangkan, semua tentang anak-anak bahkan balita yang setiap hari harus berada ditengah teriknya mentari, berada ditengah perempatan jalan, ada yang mengamen, ada yang menjajakan tisu, dan lebih tragis dari mereka ada yang hanya sekedar menengadahkan tangan. Semua mereka lakukan apakah benar karena memang perlu, atau hanya karena di manfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Satu hal yang membuatku terusik adalah bayi-bayi yang berada dalam gendongan dibawa ke tengah terik matahari, ini jelas sekali dimanfaatkannya.  Bahkan ada satu cerita dari seorang rekan kerja adalah saat melihat anak-anak yang dipaksa untuk meminta-minta dengan dipaksa bahkan dimarahi oleh orang tua (entah itu orang tuanya atau bukan) bahkan saat kondisi mereka tengan tidak mau melakukannya. Miris sekali. Bisa dibayangkan bagaimana anak kecil dipukul dimarahi dibe...

Ayah teladan

Pagi ini ada kejadian yang menurutku luar biasa, seperti biasa setiap pagi aku bersiap siap untuk berangkat kerja dan tak biasanya dua anak manusia Muhammad Azzam dan Mikha belum juga beranjak dari tempat tidurnya, biasanya keduanya sudah kesana kemari, teriak sana sini, apalagi si bungsu yang setiap pagi kadang sudah membuka pintu dan teriak teriak agar pagar depan rumah dibuka sehingga dia bisa bebas kesana-kesana kemari dihalaman tetangga. Sesaat tibalah sarapan pagi yang hangat, dan dari sebuah smartphone yang layarnya sudah retak-retak karena ulah dua anak manusia tersebut terdengar suara khas seorang Ustadz yang masuk kategori favoritku dan tema yang terdengar adalah tentang Krisis Ayah. Ayah tahukah bahwa saat ini banyak anak-anak yang memiliki ayah tapi tak pernah merasakan kehadiran ayah sesungguhnya, ayahnya lebih suka dengan gadget, atau asyik dengan hobi dan pekerjaanya. Sekarang adalah zaman krisis ayah, ayah hadir hanya secara raga tanpa jiwa, kosong entah kemana. ...

Menikmati Hujan

Selama dua hari berturut-turut kota ini selalu diguyur hujan, aroma hujan yang has dan menyegarkan dipagi hari membuat aku tergoda untuk sekedar melapangkan tangan dan menanti setiap rintik-rintiknya jatuh ke telapak tangan. Dingin hujan ini segar dan menyegarkan terlebih dipagi hari seperti hari ini. Namun demikian, hujan selalu menghadirkan beragam cerita bagi setiap orang. ada yang happy, ada yang sedih, ada yang malah menggerutu dan menyalahkan hujan, padahal hujan telah menjadi sumber kehidupan baru bagi seluruh makhluk dibumi ini. Bagi sebagian orang kadang hujan menjadi alasan untuk datang terlambat ke sekolah, kuliah atau tempat kerja, atau dalam hal memenuhi janji. Ini mesti diluruskan. Hujan seharusnya tak menjadi penghambat untuk itu semua. Ah...maaf tadi hujan, hujan sih tadi makanya telat... dan sederet kata lain yang mejadikan hujan seolah menjadi moment yang tepat untuk dipersalahkan.  Padahal jika kita menikmati momen hujan ini dengan cara berbeda dengan car...

Gelas kosong

Lagi-lagi aku tertarik untuk mengulas sebuah statement dari om bob dalam bukunya "belajar goblok dari bob sadino" yaitu tentang gelas kosong. Nasehatnya begini ketika kita bertemu dengan seseorang yang ternyata hebat atau membaca buku maka jadilah diri kita seperti gelas kosong, mengapa? dengan menjadi gelas kosong kita akan siap menampung semua ilmu-ilmu dari orang tersebut. Dengan menjadi gelas kosong berarti kita menyatakan diri kita siap untuk menerima hal-hal yang luar biasa dari orang/buku yang kita baca. Rendahkan hati dan biarkan seluruh ruang gelas terpenuhi dengan sempurna. Resapi setiap hal positif yang dapat kita gapai dan buanglah hal-hal negatif saat gelas sudah terisi penuh. Bisa saja kita akan berubah menjadi diri yang lebih positif/menjadi lebih baik ketika berjumpa dengan seseorang atau karena membaca sebuah buku. Sepanjang gelas kosong selalu kita siapkan, yakin deh tidak pernah akan ada hal-hal yang sia-sia, meskipun tak ada hal yang dapat kita raih ...

Biaya hidup vs gaya hidup

Ah.. Penghasilanku kurang, gajiku minus, ternyata Ga cukup... dan sederet keluhan lain tentu pernah kita dengar disekitar kita kan, atau bahkan diri kita pun pernah mengalami keluhan tersebut. Saat seperti ini tentu otak terasa mumet, pikiran seolah buntu, kita pun mengingat ingat kemana saja uang kita habis selama ini dan setelah diperhatikan tak ada apapun yg kita beli sesuatu yang bermanfaat. Ternyata semua hanya untuk memenuhi ego kita, nafsu Saja, hanya untuk gaya gayaan dan inilah gaya hidup berapapun jumlahnya tak pernah akan cukup untuk memenuhinya. Biaya hidup selalu cukup untuk hidup dan tak akan pernah cukup untuk gaya hidup, begitulah nasehat bijak seorang pengusaha kawakan mas Saptuari. Kadang gaya hidup kita mengalahkan hal-hal yang lebih penting (biaya hidup). Hanya karena gaya hidup kita rela menggadaikan hidup kita untuk kedepannya, yang celakanya kita rela berhutang kesana sini untuk memenuhi gaya hidup tersebut. Tak perduli pasak sudah lebih besar daripada tihang. ...

Syariah atau Konvensional

Sebagai umat islam kadang kita mendapati polemik seperti ini pilih yang konvensional atau syariah. Saat kita hendak menabung, memilih asuransi, kredit, dan sebagainya. Bagi sebagian orang mungkin hal ini tidaklah berbeda, tapi sebagai umat islam tentu kita harus berhati-hati saat akan melakukan sesuatu termasuk menggunakan salah satu produk keuangan. Sebenarnya apa bedanya antara konvensional dengan syariah? Konvensional dalam prakteknya hanya mengandalkan akad perjanjian dengan prinsip-prinsip umum dan biasanya menganut sistem bunga, sedangkah yang syariah dalam prakteknya menggunakan prinsip-prinsip syariah dalam akadnya tanpa mengenal istilah bunga. Sebagai umat islam yang mana sebaiknya yang dipilih? Jika konvensional dengan adanya bunga jelas-jelas ini haram maka segera tinggalkan. Dengan demikian sudah tentu pilihlah produk-produk keuangan yang berbasis syariah. Saat menabung, pilihlah produk tabungan syariah, asuransi syariah, kredit syariah, dll. Sudah tanggung jawab kita se...

Kalo sudah tiada baru terasa

Sepenggal bait lagu dari bang H. Rhoma Irama ini nampaknya mewakili perasaan seseorang yang sudah ditinggal/kehilangan seseorang begitu berarti dalam Hidupnya, Sepenggal bait tersebut sebagai berikut : Kalau sudah tiada baru terasa bahwa kehadirannya sungguh berharga sungguh berat aku rasa, kehilangan dia sungguh berat aku rasa, hidup tanpa dia Dalam hidup kita tentu ada orang-orang yang begitu berharga untuk hidup kita, entah siapapun itu? Jika bagi kita dia memang berharga maka jagalah baik-baik dia, karena terkadang saat dia sudah tiada segala rasa termasuk cinta kadang baru terasa. Kalo sudah demikian tentu yang ada hanya seribu sesak didada, seribu penyesalan yang tak berguna, sederet kata sesal itu hanyalah sia-sia. Boleh jadi orang berharga tersebut adalah orang tua kita baik itu ayah maupun ibu, bagi mereka yang orang tuanya masih lengkap bersyukurlah, karena tak semua orang seberuntung itu, jaga baik baik orang tua, berbaktilah dengan penuh suka cita, luangka...

Online

Beberapa Hari terakhir di media Massa baik cetak maupun elektronik bergema pemberitaan tentang taksi online dan demo taksi konvensional yang berujung pada demo yang kisruh dan tentu saja membuat kerugian materi yang tidak sedikit, tercatat sekitar 17 taksi menjadi korban pengrusakan. Kehidupan telah berubah, online sudah merebak ke seluruh lini masa Kehidupan, mulai dari belanja online, tranportasi online, bank online, kursus, sekolah bahkan kuliah online. Ruang, jarak dan waktu bukan lagi menjadi penghalang bagi setiap orang untuk melakukan aktivitasnya. Online di Klaim mampu meningkatkan efektivitas dan mampu me reduce berbagai macam efisiensi yang tidak diperoleh melalui cara-cara konvensional. Alkisah suatu waktu datanglah sepasang suami istri yang telah lama menikah namun belum pula dikaruniai seorang anak, pernikahan telah berjalan hampir 5 tahun, kehadiran anak yang di damba-damba belum juga hadir. Akhirnya mereka memutuskan untuk konsultasi ke spesialis kandungan. D...

Jadilah semut, jangan jadi kepiting

Selamat pagi, semoga di hari yang begitu cerah ini setelah seharian semalaman kota ini diguyur hujan semoga di hari kamis yang penuh optimis ini kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT, Allah yang telah memberikan kita berbagai nikmat, nikmat iman dan islam, nikmat sehat, nikmat sanak famili, nikmat pekerjaan, nikmat relasi dan berbagai nikmat lain yang jika seluruh lautan digunakan untuk menjadi tinta untuk menuliskannya tentu masih kurang tinta tersebut untuk menuliskannya. Dimana ada gula disitu ada semut? kalimat memang tak asing bagi kita, semut binatang kecil dengan segala keunikannya bahkan diabadikan oleh Allah azza wajalla dalam Al-Quran : “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham ...

Besides you

Kita terlahir didunia ini bukan suatu kebetulan, namun sudah ditakdirkan oleh Allah Azza wajalla. Kehidupan luar biasa yang tentu harus kita syukuri. Karena tak semua diberi kesempatan untuk hal ini. Syukuri dengan menjalaninya sebaik mungkin, ukirlah prestasi-prestasi terbaik. Saat menjalani kehidupan yang luar biasa didunia ini, akan selalu ada peran orang lain didalamnya, akan ada orang-orang yang bersedia berjalan bersama kita. akan ada orang-orang yang siap mengorbankan apa apa yang dimilikinya untuk kita. Coba perhatikan sejak kita kecil hingga tue seperti sekarang ini selalu ada orang-orang yang hadir menyempurnakan kehidupan kita.  Saya sendiri teringat benar saat kecil dulu saat ingin belajar mengaji dan terkendala biaya, Allah hadirkan seseorang yang berhati mulia yang rela membayar semua biaya mengaji hingga tuntas bahkan biaya sekolah. Beranjak memasuki usia MTs hal serupa pun sama saat kesulitan biaya ketika hendak melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah, Alla...

Hahahahaha

Hahahaha, Gue jadi berasa gila dan benar benar goblok dibuatnya. Bagaimana tidak semua konsep, semua pemikiran yang selama ini telah tertanam dibuat jungkir balik oleh pemikirannya. Ini Gue yang goblok atau Gue yang salah baca. Meski demikian dia telah membuktikannya dengan semua kegilaannya telah mampu menjadi tumpuan bagi ribuan anaknya. Bob sadino, sebuah kegilaan yang berujung pada kemakmuran sekian ribu anak-anaknya. Gue ga akan sanggup sepertinya menjadi dia, tapi nilai positif yang dapat Gue petik darinya adalah : 1. Buat apa takut, belum melangkah kadang sudah takut, ketakutan yang berlebihan membuat kita akhirnya mengurungkan niat baik untuk berbuat sesuatu untuk hidup kita. Gue juga sering seperti itu, setelah ketakutan itu Gue pelihara eh ternyata Ga bener dan akhirnya Gue melongo sendiri dan semua sudah berlalu. Kalo mau berbuat sesuatu coba aja dulu, melangkah aja dulu. Takut tapi tetap melangkah itu namanya berani dong. 2. Udah percaya Saja, ini yang Gue salut dari...

Smart way for unbelieving rezeki

Dalam artikel sebelumnya  Resolusi Ilmu Rezeki  saya sudah sampaikan bagaimana cara memporsikan pendapatan dan pengeluaran yang intinya menjadi lima macam ini : 1. Pay your God First 2. Pay your obligation 3. Investment 4. Pay your self 5. Free your self Nah dari cara-cara diatas sebarnya ada yang lebih smart yaitu membagi membagi lima hal tersebut kedalam dua hal pokok yaitu : Untuk Tuhanmu dan Untuk Dirimu kenapa dua pokok ini, karena ini adalah cara yang smart menurut saya kenapa? Ketika kita fokus untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhan maka Tuhan akan memberikan timbal balik yang diluar ekspetasi kita, bukan hanya didunia namun juga sampai kehidupan kita yang abadi kelak.  Jika kita selama ini belajar matematika manusia, maka bandingkan dengan matematika yang Allah azza wajalla gambarkan dalam Al-Qur'an. Secara sadar lihatlah matematika manusia : 10 dikurang 1 = 9 Bandingkan dengan ini : 10 dikurang 1, bukan jadi 9 Namun bisa jadi 19, 2...

Semua perlu ilmunya

Saat pesantren ramadhan diusia sekolah dulu, seorang ustadz mnnyampaikan pada kami : "Man aroda dunya fa'alaiha bil ilmi, man aroda akhiro fa'alaiha bil ilmi, man aroda huma, fa'alaiha bil ilmi" Bahagia di dunia harus dengan ilmu, bahagia di akhirat harus dengan ilmu, bahagia keduanya pun harus dengan ilmu. Nasihat yang sungguh bijak, semua memang harus dengan ilmu. Alkisah berikut adalah tentang seorang mas-mas (sebut saja poltak) akan pulang dari Banjarmasin menuju Medan dengan menggunakan pesawat terbang untuk pertama kalinya. Singkat cerita tibalah Hari keberangkatan, setelah check in dan menuju ruang tunggu, tibalah waktunya si poltak ini untuk menaiki pesawat. Semua berjalan normal layaknya penumpang lainnya, saat tiba di dalam pesawat ia pun duduk di kursi penumpang paling depan. Satu persatu penumpang lewat menuju tempat duduknya masing2 hingga akhirnya kegaduhanpun terjadi ketika seseorang datang dan melihat kursinya ada yang menempati. Melihat hal te...

Saat kau berubah

Saat hidup terasa begitu begitu Saja, saat semua terasa jenuh, tiada hal yang istimewa, semua berjalan monoton, apa sebenarnya yang terjadi? Karena sudah merasa nyaman? Hingga tak perlu berbuat sesuatu diluar kebiasaan? Jika hal tersebut terjadi seorang Inspirator bagi saya mengatakan WASPADALAH karena sejatinya hidup itu harus bertumbuh. Seperti tulisan saya sebelumnya hidup harus naik kelas (up). Mengapa? Karena kondisi terus berubah, keadaan tak lagi sama setiap harinya? Kemajuan teknologi, gaya hidup, keadaan ekonomi, culture, dan lainnya sangat cepat berubah. Nah kalo kita gitu-gitu saja, saya pastikan kita bakal tergerus dan ter eliminasi secara alami. Mereka mereka yang mau berubah dan berbenah lah yang akan menjadi bunglonnya (koq bunglon? Karena inilah binatang yang bisa menyesuaikan dengan sekitar..hehehe) Lihatlah bagaimana dinosaurus, binatang purba yang kini kita hanya bisa melihat fossilnya, mereka punah karena tak mau belajar untuk menyesuaikan dengan keadaan yang teru...

Saat berada di ketinggian

Artikel ini aku tulis saat berada dalam penerbangan Banjarmasin menuju Surabaya. Saat aku dan ratusan orang lainnya berada di ketinggian. Jauh beribu kaki dari daratan, dan terlihat betapa kecilnya mereka dibawah sana. Saat berada di ketinggian aku ingat sebuah nasehat dari pa Ali Akbar yang dikenal sebagai @PakarSEO. Hidup itu harus naik kelas (UP) karena saat berada diatas kita bisa merasakan batapa indahnya hamparan lukisan Alam yang Allah Azza wajalla ciptakan, betapa indahnya deretan pegunungan, hamparan awan, birunya lautan. Agar bisa naik kelas saat sekolah dulu kita harus menempuh ujian, berapa sks ujiannya dan ketika kita bisa menyelesaikan dengan baik maka kita boleh naik ke jenjang berikutnya. Laksana sekolah hiduppun Jika ingin naik kelas, kita pun harus menempuh berbagai ujian. Ujian ini yang akan membuat kita pantas atau malah failed untuk naik dan terus naik. Jika kita berhasil kita akan naik, Jika gagal maka mengulangi lagi ujian tersebut sampai kita berhasil, yang te...

Setetes air ke Lautan

Pulau Laut Kotabaru, selalu menyimpan sejuta pesona keindahan. Pulau yang dikelilingi Laut ini memiliki garis pantai yang beragam, mulai dari pasir yang memanja untuk selalu dipijak sampe dengan deretan hutan bakau yang menghijau. Belum lagi kekayaan biota Laut yang berjuta macam, terumbu karang, ikan, udang, penyu, rumput Laut dan berbagai jenis plankton Lainnya. Pesona Pariwisata seharusnya mampu menjadikan daerah ini seperti Pulau Pulau lain (Lombok, Bali, dll). Namun sayang kekayaan yg dimiliki daerah ini tak berbading lurus dengan kesejahteraan rakyatnya. Begitu besarnya nikmat yang Allah Azza wajalla karuniakan untuk masyarakat Pulau ini. Tinggal bagaimana nikmat kekayaan ini dikelola dengan baik dan dimaksimalkan untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat, dan yang tak kalah penting adalah mensyukurinya. Pagi ini aku berada didepan hamparan lautan antara Kotabaru dan Pulau Kalimantan, mataku selalu takjub dibuat oleh riak-riak kecil gelombang, nafasku selalu menghirup dengan ny...

Lebih baik dari dunia dan isinya

Jika ada seseorang mengatakan pada kita "Aku akan memberikan apa yang kau minta yang ada di dunia katakanlah" bagaimana perasaan kita? Pasti akan sangat bahagia kan, bayangkan saja semua loh....semuaaaa... yang kita mau yang kita impi-impikan didunia ini itu dikasih...blash... cash.. ga pake ntar ga pake nanti... Apakah hal itu mungkin? yah mungkin saja, siapa yang larang kita untuk menginginkan atau mengimpikan sesuatu, syah syah saja kan dan tentu semua harus usaha kan, yah minimal tidur dulu lah untuk bisa mimpi... hehehehe :). Namun bagaimana jika Allah Azzawajalla yang berkata demikian bahkan lebih baik dari dunia ini dan isinya. Bagaiama perasaan kita? Harusnya lebih hapy kan, lebih semangat kan? dan tahukah kita bahwa itu semua bisa diraih dengan Sholat sunnah fajar sebanyak dua rakaat. Cuma dua rakaat engga lebih  "Dua rakaat sebelum subuh adalah lebih baik dari dunia dan seiisinya" Bagi kita yang berfikir dengan nalar saja tentu akan semaksimal ...

Resolusi Ilmu Rezeki

Dalam artikel sebelumnya  Double Entry  saya sedikit membahas tentang pendapatan dan pengeluaran keuangan. Nah melalui tulisan kali ini saya akan sedikit mengulas tentang bagaimana kita menyikapi rezeki. Saat ini bagaiman kondisi keuangan kita? baik, buruk, sehat atau sedang sakit. Sudah seimbangkah antara pendapatan dan pengeluaran?  Jika pendapatan anda lebih banyak dari pada pengeluaran selamat berarti kondisi keuangan anda sangat sehat, jika pendapatan anda sama dengan pengeluaran berarti kondisi keuangan anda sedang sehat namun menurut saya ini pun hampir sakit. Tapi jika pengeluaran lebih besar dari pendapatan Maaf saya harus katakan bahwa saat ini ibarat orang sakit berarti kondisi keuangan anda sedang kronis saatnya masuk ruang ICU. Saat kondisi keuangan kita sedang kronis, apa yang sebaiknya dilakukan? Berdiam diri dan pasrah? Mulai mengecek sebabnya? Mulai berfikir untuk mencari pendapatan tambahan atau memulai usaha?  Apapun yang kita fkirkan dan re...

Double Entry

Sejak bangku SMA lebih tematnya SMK aku tak asing dengan istilah double entry, ya.. istilah ini akan terasa tak asing bagi kebanyakan mereka yang bergelut dengan dunia akuntansi. Double entry adalah salah satu metode pencatatan menggunakan pencatatan pada dua sisi, sisi kiri dan sisi kanan. atau lebih kerennya pencatatan pada sisi debet dan sisi kredit, artinya setiap penambahan pada sisi debet berarti akan bertambah pula pada sisi kredit. Mengapa harus dicatat di dua sisi, agar diperoleh laporan keuangan yang seimbang.

It's Start with you

Ada Sebuah tagline iklan yang melintas dalam tayangan televisi yang menarik perhatianku perhatianku dua hari terakhir:  "It's start with you" Segala sesuatu itu kembali kepada diri kita sendiri, apapun yang kita dapatkan itupun tergantung dari kita sendiri, entah itu baik ataupun jelek semua bergantung pada diri kita. Ketika kita mengharapkan sebuah keadaan berubah, semua itu bergantung pada kita. Jika dihubungkan dengan sebuah Kalamullah yang artinya: "Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, hingga kaum itu sendiri yang merubahnya" Ini jelas sekali kan, kalo mau nasih berubah, keadaan membaik, harta dan ilmu bertambah, ya....diri sendiri dulu yang harus dirubah, dirubah pola fikirnya, dirubah ikhtiarnya, dirubah cara penghambaanya. "Adalah gila, seseorang yang mengharapkan perubahan tetapi masih menempuh cara-cara yang sama" Adalah tepat rasanya kalimat bijak Einstein tersebut untuk menggambarkan seseorang yang terus mendamba...

Buah baik dari pohon yang baik

Hari ini aku ingat sebuah kisah pada masa dahulu kala, macam di MNC TV pada Zaman Dahulu..... Alkisah 3 orang pemuda yang tersesat di pedalaman hutan suatu wilayah kerajaan, hari-hari demi hari mereka lalui dan akhirnya pada suatu hari ada rombongan patroli kerajaan dan 3 pemuda ini pun akhirnya tertangkap.  setelah diperiksa akhirnya mereka bertiga dihadapkan pada sang raja meminta pembelaan, kemudian mereka menjelaskan asal negerinya darimana, kemana tujuannya, dan kenapa mereka bisa tersesat. Namun, sang raja tak dapat menerima alasan ketiganya. Sang raja pun memutuskan ketiganya untuk dipenjarakan namun sebelum dipenjarakan mereka harus menjalani satu hukuman. Raja memerintahkan agar ketiganya kembali ke hutan untuk memetik buah-buahan dan sayuran terbaik yang ada di hutan di hidangkan di hadapan sang raja.  Ketiganya pun menjalani hukuman itu, dan mulai memetik buah dan sayur sebagaimana perintah sang raja. satu dua buah mereka petik, namun lihatlah apa yang di...

Without Allah i am Nothing

Dulu sekali dalam sebuah perjalanan panjang dilaman twitter seorang pengusaha kawakan yang lahir dari jerih payah, berkeringat dan berdarah-darah, kerja kerasnya telah melahirkan hasil yang membanggakan dan luar biasa. tapi yang ku kagumi darinya adalah bahwa ini semua hanya titipan, ini semua amanah yang satu hari nanti akan dimintai pertanggungjawabannya dan satu kalimat terucap "Without Allah i am Nothing" Tanpa Allah Aku bukanlah apa-apa.  Sebenarnya prinsip ini bukan hanya dari satu dua orang saja aku dapat, dari pengusaha sukses, dari politisi sukses, pejabat, pedagang, bahkan dari mereka para pemuda yang dalam hatinya telah tertanam keimanan yang kuat dan kokoh.

Pesona Gerhana

Aku tak dapat berkata apa-apa ketika kacamata terpasang dan menatap keatas "Subhanalllah, Allahu Akbar, Maha Suci Allah, Maha Besar Allah Yang Telah Meciptakan Alam Semesta ini"  Bagi sebagian orang ini mungkin hanya peristiwa alam, tapi ini adalah salah satu bukti keMahabesaran Allah Azzawajalla, Peristiwa yang terjadi puluhan tahun sekali. Namun yang terbayang bagiku saat ini adalah Bagaimana jika ini terjadi selamanya, bagaimana jika Matahari tak lagi benar-benar menampakkan sinarnya, bagaimana jadinya jika matahari tak mau lagi menyinari ruang-ruang kehidupan dibumi ini. Apa jadinya? saat kegelapan terus menerus berlanjut sepanjang hari, sepanjang minggu, sepanjang bulan, bahkan selamanya? Boleh jadi saat ini hanya sementara, tapi suatu hari nanti kegelapan ini akan berlangsung terus menerus, Aku terpaku menatap dan apa jadinya? Hari ini Allah tampakkan kekuasanNya, masihkah bagi kita manusia masih saja tak percaya, masihkah kita mengabaikan apa-apa yang sudah d...

Di Persimpangan Jalan

Suatu hari ketika menuju suatu tempat yang tak pernah ku kunjungi sebelumnya, perjalanan pun dimulai dan dengan penuh keyakinan aku akan tiba ditempat tersebut. Namun itu tak seperti yang dibayangkan saat jalan lurus aku dapat dengan bebas meneruskan perjalanan dengan perasaan tenang dan hati gembira. Namun tak demikian ketika tiba di persimpangan? rasa tanya dan ragu mulai hinggap. Saat itulah pilihan terjadi. Saat di persimpangan jalan, saat pilihan lahir, saat itulah naluri bermain, memilih dan memilah jalan yang mana yang harus kuputuskan. biasanya jika seperti ini aku akan cepat mengambil keputusan untuk memilih satu jalan dan meyakini bahwa inilah jalan kupilih inilah yang benar, dan Alhamdulillah memang itulah jalan yang tepat dan aku tiba ditempat yang dituju. Nah bagaimana jika di persimpangan jalan ini adalah dalam hidup kita? saat kita dihadapkan pada pilihan hidup, apa yang harus dilakukan? Bukan sekali dua kali aku menghadapi hal seperti ini. saat di persimpangan ja...

Jangan hanya sampai pada keinginan

Hari ini saya mengikuti kegiatan upacara bendera di Lapangan siring laut dan hari ini ada yang beda, selain karena hari pertama penggunaan seragam yang tak biasanya, hari ini amanat upacara pun lebih berbobot yaitu tentang rencana pembangunan Kotabaru. Pembangunan yang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan seluruh Masyarakatnya. Adalah bukan satu dua kali saya sendiri mendengar bahwa untuk membangun Kotabaru tak bisa hanya dilakukan oleh satu dua orang tapi harus bersama-sama, dan semua tentu masih ingat dengan slogan ini "Bersama kita bisa" Keinginan dari sang pemimpin tentu tak akan bisa tercapai tanpa didukung oleh seluruh aparatur yang ada dibawahnya dan tentu pula harus didukung seluruh masyarakat. Kata-kata seperti ini sering terdengar saat saat pergantian pemimpin, dan saya berdoa semoga hal ini bukan hanya sampai pada keinginan saja tapi dapat dituangkan dalam langkah konkret yang bisa dilakukan. Begitu pula dengan keinginan yang ada pada diri kita...

3D

Kamis 03 Maret 2016 ada sebuah undangan dari Bank Indonesia, acara yang digelar karena dilatarbelakangi oleh banyaknya kejahatan peredaran uang palsu. Sebuah tindak kejahatan yang tentu saja sangat merugikan semua orang dan mengganggu sistem perekonomian kita, bayangkan saja jika semua orang bisa mencetak uang (uang palsu) dan sulit di deteksi apa jadinya negeri ini. Ketika jumlah uang yang beredar lebih banyak? Untuk membedakan uang palsu dan asli, kita tentu sudah tak asing dengan istilah 3D yang berseliweran di media masa baik cetak maupun elektronik. Di lihat, Di raba, Di terawang. Begitupula untuk menjaga uang menggunakan istilah 3D juga (Di dapat, Di simpan, Di sayang). 

Bangkit dari ICU untuk menulis

Setelah sekian lama blog ini fakum dan entah apa yang kufikirkan selama ini, hingga akhirnya tadi malam aku mengusik salah satu hal yang ingin ku gapai dalam hidup yaitu menjadi penulis, dan untuk mencapai impian besar itu harus dimulai dari hal-hal yang kecil. dan hal kecil itu salah satunya melalui blog sederhana ini. Apa sebabnya blog ini jadi terhenti, atau kenapa jadi nanti semangat terus menerus, nanti berhenti tanpa kabar seperti masuk ke ICU tak ada kabar berita sedikitpun.