Skip to main content

3D

Kamis 03 Maret 2016 ada sebuah undangan dari Bank Indonesia, acara yang digelar karena dilatarbelakangi oleh banyaknya kejahatan peredaran uang palsu. Sebuah tindak kejahatan yang tentu saja sangat merugikan semua orang dan mengganggu sistem perekonomian kita, bayangkan saja jika semua orang bisa mencetak uang (uang palsu) dan sulit di deteksi apa jadinya negeri ini. Ketika jumlah uang yang beredar lebih banyak?

Untuk membedakan uang palsu dan asli, kita tentu sudah tak asing dengan istilah 3D yang berseliweran di media masa baik cetak maupun elektronik. Di lihat, Di raba, Di terawang. Begitupula untuk menjaga uang menggunakan istilah 3D juga (Di dapat, Di simpan, Di sayang). 


Nah itu 3D untuk mengenali Rupiah kita, lalu bagaimana untuk mengenali diri kita sendiri, sudah kenal betulkah kita dengan diri kita sendiri, atau selama ini kita tak pernah mengenali diri kita? untuk mengenali diri saya pun tertarik dengan 3D ini:

Pertama Di lihat, lihatlah bagaimana diri kita saat ini. Sudah bagus kah?, sudah sukses kah?, sudah mencapai apa dalam hidup? tengoklah sesaat kebelakang apa manfaat yang sudah kita berikan kepada orang lain? lihatlah pula bagaimana lingkungan kita? siapa saja teman atau sahabat kita selama ini? 


Kedua Di raba, ketika kita sudah melihat secara utuh secara nyata dan ternyata kita sudah menjadi pribadi yang baik atau sebaliknya. Jika sudah menjadi baik rabalah diri kita apa yang bisa membuat kita bisa melakukan hal tersebut (kelebihan atau kekuatan apa) dengan tau hal ini kita akan mudah untuk mempertahankannya dan meningkatkannya. Sehingga jika suatu waktu kita lalai kita tinggal menekan tombol kekuatan ini (istilah guru saya Tombol ON). Nah jika ternyata dalam proses melihat diri, kita masih banyak melakukan hal salah rabalah apa yang membuat kita berbuat demikian dan segera tekan tombol Kelemahan tersebut (Tekan tombol OFF)


Ketiga Di terawang, kita sudah melihat sudah pula meraba-raba bagaimana diri kita. Nah saatnya saat ini untuk lebih mengenal dan menunjukkan diri, atau mau jadi apa diri kita? Terawanglah atau buatlah jadwal untuk ritme hidup kita (resolusi). Jika ingin jadi penulis, mulailah menulis dari sekarang. Tulislah hal-hal kecil (ingat tak ada hal besar jika kita tak memulai hal kecil).

Demikian semoga manfaat, ayo mulai 3D untuk diri kita. Selamat mencoba.

RaswanAbdullah

Comments

Popular posts from this blog

Anakku sakit

seminggu yang lalu istriku sakit ditambah 1 minggu lebih putriku sakit, dan 3 hari harus opname dirumah sakit, keceriaanya hilang, tak ada lagi suara tawa candanya yang tiap pagi selalu berkicau, gerak-geraknya pun melemah... namun demikian ada begitu banyak hikmah yang dapat kupetik saat sakitnya, selain sakit memang merupakan Takdir dari Alloh Azza Wajalla… PERTAMA, mungkin dari apa-apa yang dimakannya ada terdapat hal-hal yang haram/syubhat sumbernya, sehingga ini memberikan hikmah bagaimana agar aku lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk keperluan nafkah anak dan istri. KEDUA, mungkin dalam pemilihan bahan makanan dan air kami selaku ayah dan ibu tidak teliti dengan membeli air sembarang saja tanpa memperhatikan higienitas, kesehatan sehingga Alloh menegur dengan member sakit di pencernaanya. dari kejadian ini kami akan berhati-hati dan selektif memilihkan bahan makanan dan minuman untuknya. KETIGA, mungkin selama ini kami terlena kehadirannya yang ter...

Belajar dari mereka yang tepat.... (part 1)

Membaca dan mengagumi beberapa karyanya, membaca TL di twitterya sampai beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seminarnya... Ippho Santosa, saya banyak belajar dari dia tentang kesuksesan, tentang 7 keajaiban rejeki dan percepatan rejeki... dari seminarnya ada satu hal yang sangat berkesan bagi saya.. ternyata untuk sukses berbakti kepada orang tua adalah hal yang sangat pokok dan tak bisa ditawar, kalo impian dan kehendak kita sudah selaras dengan orang tua tentu semua akan dimudahkan. berkaiatan dengan hal ini saya mempunyai cerita dan pengalaman pribadi tentang bagaimana keridhoan orang tua itu sangat manjur.. Cerita pertama adalah ketika saya selesai menamatkan pendidikan Mts/SMP saat itu Ibunda menyarankan saya untuk masuk sekolah SMK/SMEA, tapi saya bersikeras untuk bersekolah di Madrasah Aliyah, tak berapa lama sayapun mendaftarkan diri dan berhasil masuk tanpa tes, masa orientasi siswa pun saya jalani, dihari ke empat masa orientasi mengharuskan semua siswa baru untuk berma...

Rio..oh pakde

Gue kangen lu...pak de.. Pakde...gue yang satu ini..sungguh luar biasa, super sabar uy.... orangnya..komting terbaik gue..neh... pendiam..tapi cool men... ga pernah marah...tapi sekali marah...wow...luar biasa.... ini foto pakde lagi nyantai pulang kuliah sama pas liburan dulu...