Skip to main content

Menikmati Hujan

Selama dua hari berturut-turut kota ini selalu diguyur hujan, aroma hujan yang has dan menyegarkan dipagi hari membuat aku tergoda untuk sekedar melapangkan tangan dan menanti setiap rintik-rintiknya jatuh ke telapak tangan. Dingin hujan ini segar dan menyegarkan terlebih dipagi hari seperti hari ini. Namun demikian, hujan selalu menghadirkan beragam cerita bagi setiap orang. ada yang happy, ada yang sedih, ada yang malah menggerutu dan menyalahkan hujan, padahal hujan telah menjadi sumber kehidupan baru bagi seluruh makhluk dibumi ini.

Bagi sebagian orang kadang hujan menjadi alasan untuk datang terlambat ke sekolah, kuliah atau tempat kerja, atau dalam hal memenuhi janji. Ini mesti diluruskan. Hujan seharusnya tak menjadi penghambat untuk itu semua. Ah...maaf tadi hujan, hujan sih tadi makanya telat... dan sederet kata lain yang mejadikan hujan seolah menjadi moment yang tepat untuk dipersalahkan. 

Padahal jika kita menikmati momen hujan ini dengan cara berbeda dengan cara mensyukurinya dengan cara menikmatinya maka yakin ada kebahagiaan tersendiri yang menjelma didalam dada. Saat hujan sesekali tetap saja berjalan terobos hujan tersebut, tengadahkan kepala ke langit, kemudian rasakan dan nikmati setiap tetes demi tetes hujan yang menyentuh tubuh. Tarik nafas dalam-dalam dan rasakan terus begitu indahnya momen tersebut. Begitu agungnya Allah Azza wajalla. Saat semua orang berusaha berteduh kita terus berjalan dan seraya berdo'a semoga Allah memberikan keberkahan dan keberlimpahan Rezeki (seperti tercurahnya hujan dari langit yang deras) atau sambil bergumam "Alhamdulillah akhirnya Allah kasih mobil ini, dan semoga menjadi jalan untuk lebih taat dalam hidup" bukankah doa diwaktu hujan adalah Mustajab. Ketika hal tersebut suatu hari menjadi nyata maka ini akan menjadi moment yang luar biasa, dan saat itu kita sudah duduk dibelakang setir bulat bersama-sama orang yang tercinta.

Hujan, Selalu damai berada diantaranya. Selalu sejuk dalam paduan rasa, selalu indah, selalu akan terlahir kehidupan baru karenanya. Hujan, teruslah menyirami setiap sendi-sendi kehidupan, setiap ruas-ruas harapan. Hujan Tanpamu apalah diri ini, apalah daya kami yang notabene sebagian besar tubuh kami hanya air, dan hujan engkaulah muara air tersebut. Hujan....Tetaplah tercurah, tetaplah mengisi, tetaplah memenuhi. Hujan. 


Comments

Popular posts from this blog

Anakku sakit

seminggu yang lalu istriku sakit ditambah 1 minggu lebih putriku sakit, dan 3 hari harus opname dirumah sakit, keceriaanya hilang, tak ada lagi suara tawa candanya yang tiap pagi selalu berkicau, gerak-geraknya pun melemah... namun demikian ada begitu banyak hikmah yang dapat kupetik saat sakitnya, selain sakit memang merupakan Takdir dari Alloh Azza Wajalla… PERTAMA, mungkin dari apa-apa yang dimakannya ada terdapat hal-hal yang haram/syubhat sumbernya, sehingga ini memberikan hikmah bagaimana agar aku lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk keperluan nafkah anak dan istri. KEDUA, mungkin dalam pemilihan bahan makanan dan air kami selaku ayah dan ibu tidak teliti dengan membeli air sembarang saja tanpa memperhatikan higienitas, kesehatan sehingga Alloh menegur dengan member sakit di pencernaanya. dari kejadian ini kami akan berhati-hati dan selektif memilihkan bahan makanan dan minuman untuknya. KETIGA, mungkin selama ini kami terlena kehadirannya yang ter...

Belajar dari mereka yang tepat.... (part 1)

Membaca dan mengagumi beberapa karyanya, membaca TL di twitterya sampai beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seminarnya... Ippho Santosa, saya banyak belajar dari dia tentang kesuksesan, tentang 7 keajaiban rejeki dan percepatan rejeki... dari seminarnya ada satu hal yang sangat berkesan bagi saya.. ternyata untuk sukses berbakti kepada orang tua adalah hal yang sangat pokok dan tak bisa ditawar, kalo impian dan kehendak kita sudah selaras dengan orang tua tentu semua akan dimudahkan. berkaiatan dengan hal ini saya mempunyai cerita dan pengalaman pribadi tentang bagaimana keridhoan orang tua itu sangat manjur.. Cerita pertama adalah ketika saya selesai menamatkan pendidikan Mts/SMP saat itu Ibunda menyarankan saya untuk masuk sekolah SMK/SMEA, tapi saya bersikeras untuk bersekolah di Madrasah Aliyah, tak berapa lama sayapun mendaftarkan diri dan berhasil masuk tanpa tes, masa orientasi siswa pun saya jalani, dihari ke empat masa orientasi mengharuskan semua siswa baru untuk berma...

Rio..oh pakde

Gue kangen lu...pak de.. Pakde...gue yang satu ini..sungguh luar biasa, super sabar uy.... orangnya..komting terbaik gue..neh... pendiam..tapi cool men... ga pernah marah...tapi sekali marah...wow...luar biasa.... ini foto pakde lagi nyantai pulang kuliah sama pas liburan dulu...