Skip to main content

Semua perlu ilmunya

Saat pesantren ramadhan diusia sekolah dulu, seorang ustadz mnnyampaikan pada kami :
"Man aroda dunya fa'alaiha bil ilmi, man aroda akhiro fa'alaiha bil ilmi, man aroda huma, fa'alaiha bil ilmi"

Bahagia di dunia harus dengan ilmu, bahagia di akhirat harus dengan ilmu, bahagia keduanya pun harus dengan ilmu.

Nasihat yang sungguh bijak, semua memang harus dengan ilmu. Alkisah berikut adalah tentang seorang mas-mas (sebut saja poltak) akan pulang dari Banjarmasin menuju Medan dengan menggunakan pesawat terbang untuk pertama kalinya.

Singkat cerita tibalah Hari keberangkatan, setelah check in dan menuju ruang tunggu, tibalah waktunya si poltak ini untuk menaiki pesawat. Semua berjalan normal layaknya penumpang lainnya, saat tiba di dalam pesawat ia pun duduk di kursi penumpang paling depan. Satu persatu penumpang lewat menuju tempat duduknya masing2 hingga akhirnya kegaduhanpun terjadi ketika seseorang datang dan melihat kursinya ada yang menempati. Melihat hal tersebut memanggil pramugari untjk menegur si poltak "maaf pa, Bapak boleh lihat boarding pas?" Spontan si poltak menjawab dengan logat khas Medan "ah, apa itu boarding pass"
Pramugari : " tiket bapak"
Poltak : oh tiket
Pramugari : Maaf pa seharusnya bapak duduk di kursi bagian belakang, bukan disini..
Poltak : kau ini siapa berani sekali menyuruhku pindah
Pramugari : Saya pramugari di pesawat ini pa, saya yang akan melayani semua penumpang dipesawat ini.
Poltak : Cuma pelayan Saja berani berani kau mengatur ngatur dan menyuruhku pindah, aku tetap disini

Poltak tetap Saja bersikeras, hingga datanglah kru pesawat yang lain dan Kembali menegur poltak

Teknisi : Pa mohon maaf sekali, harusnya bapak memang duduk di bagian belakang bukan disini
Poltak : kau siapa?
Teknisi : saya teknisi pesawat ini pa, Saya yang bertugas mengecek dan memperbaiki pesawat ini
Poltak : ah..cuma tukang bengkel Saja berani juga kau ini ikut mengatur ngatur...

Poltak tak bergeming dan suasana mulai panas, hingga datanglah seorang ko pilot

Poltak : ah ini siapa lagi ini
CO pilot : saya ko pilot disini pa, mohon pengertian Bapa untuk duduk sesuai boarding pass
Poltak : apa pula itu ko pilot
Ko pilot : saya yang membantu yg mengemudikan pesawat
Poltak : Ah kernet rupanya kau

Poltak tetap Saja disposisinya, datanglah Sang pilot
Poltak : ah kau mau ikut-ikut juga, kau pasti tentara ya?
Pilot : saya pilot pesawat ini pa, saya yang mengemudikan pesawat disini
Poltak : ah cuma supir rupanya kau, supir Saja baju kau macam tentara.. Aku tak mau pindah

Semua sudah kehabisan akal, hingga masuklah seorang penumpang anggap saja anang. Melihat seperti ada sesuatu, anang pun menghampiri dan bertanya. Setelah menerima penjelasan dari pramugari anang pun mulai berbicara dengan poltak.

Anang : eh.. Siapa nama kau?
Poltak : poltak, kau siapa?
Anang : anang, kau mau pergi kemana?
Poltak : pulang kampung ke Medan
Anang : ah... Kau tau poltak, kalo ke Medan, duduknya itu dibagian belakang, kalo disini cuma sampai Jakarta Saja.. Mengerti kau.
Poltak : benar kah...
Anang mengangguk

Mendengar itu dengan muka khawatir poltak langsung angkat pantat dan pindah ke belakang... Hehehehe

Segala sesuatu itu perlu ilmunya.

Semoga menghibur
*Raswan Abdullah

Comments

28-28 said…
Hahaha... Terhibur :D Anangnya cerdas

Popular posts from this blog

Anakku sakit

seminggu yang lalu istriku sakit ditambah 1 minggu lebih putriku sakit, dan 3 hari harus opname dirumah sakit, keceriaanya hilang, tak ada lagi suara tawa candanya yang tiap pagi selalu berkicau, gerak-geraknya pun melemah... namun demikian ada begitu banyak hikmah yang dapat kupetik saat sakitnya, selain sakit memang merupakan Takdir dari Alloh Azza Wajalla… PERTAMA, mungkin dari apa-apa yang dimakannya ada terdapat hal-hal yang haram/syubhat sumbernya, sehingga ini memberikan hikmah bagaimana agar aku lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk keperluan nafkah anak dan istri. KEDUA, mungkin dalam pemilihan bahan makanan dan air kami selaku ayah dan ibu tidak teliti dengan membeli air sembarang saja tanpa memperhatikan higienitas, kesehatan sehingga Alloh menegur dengan member sakit di pencernaanya. dari kejadian ini kami akan berhati-hati dan selektif memilihkan bahan makanan dan minuman untuknya. KETIGA, mungkin selama ini kami terlena kehadirannya yang ter...

Belajar dari mereka yang tepat.... (part 1)

Membaca dan mengagumi beberapa karyanya, membaca TL di twitterya sampai beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seminarnya... Ippho Santosa, saya banyak belajar dari dia tentang kesuksesan, tentang 7 keajaiban rejeki dan percepatan rejeki... dari seminarnya ada satu hal yang sangat berkesan bagi saya.. ternyata untuk sukses berbakti kepada orang tua adalah hal yang sangat pokok dan tak bisa ditawar, kalo impian dan kehendak kita sudah selaras dengan orang tua tentu semua akan dimudahkan. berkaiatan dengan hal ini saya mempunyai cerita dan pengalaman pribadi tentang bagaimana keridhoan orang tua itu sangat manjur.. Cerita pertama adalah ketika saya selesai menamatkan pendidikan Mts/SMP saat itu Ibunda menyarankan saya untuk masuk sekolah SMK/SMEA, tapi saya bersikeras untuk bersekolah di Madrasah Aliyah, tak berapa lama sayapun mendaftarkan diri dan berhasil masuk tanpa tes, masa orientasi siswa pun saya jalani, dihari ke empat masa orientasi mengharuskan semua siswa baru untuk berma...

Rio..oh pakde

Gue kangen lu...pak de.. Pakde...gue yang satu ini..sungguh luar biasa, super sabar uy.... orangnya..komting terbaik gue..neh... pendiam..tapi cool men... ga pernah marah...tapi sekali marah...wow...luar biasa.... ini foto pakde lagi nyantai pulang kuliah sama pas liburan dulu...