Skip to main content

Eksplotasi anak-anak

Berita layar televisi sore itu menarik perhatiankusejenak aku tertegun dan mengikuti dengan seksama deretan berita yang ditayangkan, semua tentang anak-anak bahkan balita yang setiap hari harus berada ditengah teriknya mentari, berada ditengah perempatan jalan, ada yang mengamen, ada yang menjajakan tisu, dan lebih tragis dari mereka ada yang hanya sekedar menengadahkan tangan. Semua mereka lakukan apakah benar karena memang perlu, atau hanya karena di manfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Satu hal yang membuatku terusik adalah bayi-bayi yang berada dalam gendongan dibawa ke tengah terik matahari, ini jelas sekali dimanfaatkannya. 

Bahkan ada satu cerita dari seorang rekan kerja adalah saat melihat anak-anak yang dipaksa untuk meminta-minta dengan dipaksa bahkan dimarahi oleh orang tua (entah itu orang tuanya atau bukan) bahkan saat kondisi mereka tengan tidak mau melakukannya. Miris sekali. Bisa dibayangkan bagaimana anak kecil dipukul dimarahi dibentak-dibentak dipaksa untuk bekerja bahkan mengemis meminta belas kasih dari setiap orang yang lewat dilokasi tersebut. 

Memang hal seperti ini bukan hal biasa, disetiap sudut kota terutama kota besar seperti jakarta, dengan menjadi pengemis pun penghasilan mereka bisa mencapai puluhan juta perbulan. Pernah dengarkan seorang pengemis yang tertangkap dinas sosial dan digerobaknya diperoleh uang sekitar 20 juta rupiah, dan mereka membawa anak-anak untuk menarik perhatian dan belas kasihan setiap orang. 

Sampai kapan hal seperti ini terus berlanjut? Siapa yang harus bertanggung jawab? disatu sisi mereka memang perlu untuk bertahan hidup, tapi apa harus seperti itu? Apa harus mengorbankan anak-anak? Anak-anak yang harusnya berada dirumah dan disekolah, harusnya berada dalam perlindungan dan kasih sayang.

Ingatlah bahwa anak-anak adalah amanah yang suatu hari nanti akan dimintai pertanggungjawabannya, Orang tualah yang menjadikannya Nasrani Majushi atau Muslim sejati. anak-anak yang dititipkan kepada kita bisa menarik kita surga namun tak menutup kemungkinan malah menjerumuskan kita ke neraka.

The last but not least, terlepas dari itu semua disudut yang lain dalam tayangan televisi yang sama aku melihat orang-orang yang berhati-hati mulia, yang rela berjuang untuk menyelamatkan hidup anak-anak tersebut. Mereka medirikan sekolah-sekolah jalanan, mereka memberikan pelatihan-pelatihan bahkan motivasi-motivasi yang pada akhirnya banyak anak-anak yang mandiri dan keluar dari jalanan. Nah giliran kita sekarang? apa yang bisa kita lakukan untuk mereka?

Comments

Popular posts from this blog

Anakku sakit

seminggu yang lalu istriku sakit ditambah 1 minggu lebih putriku sakit, dan 3 hari harus opname dirumah sakit, keceriaanya hilang, tak ada lagi suara tawa candanya yang tiap pagi selalu berkicau, gerak-geraknya pun melemah... namun demikian ada begitu banyak hikmah yang dapat kupetik saat sakitnya, selain sakit memang merupakan Takdir dari Alloh Azza Wajalla… PERTAMA, mungkin dari apa-apa yang dimakannya ada terdapat hal-hal yang haram/syubhat sumbernya, sehingga ini memberikan hikmah bagaimana agar aku lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk keperluan nafkah anak dan istri. KEDUA, mungkin dalam pemilihan bahan makanan dan air kami selaku ayah dan ibu tidak teliti dengan membeli air sembarang saja tanpa memperhatikan higienitas, kesehatan sehingga Alloh menegur dengan member sakit di pencernaanya. dari kejadian ini kami akan berhati-hati dan selektif memilihkan bahan makanan dan minuman untuknya. KETIGA, mungkin selama ini kami terlena kehadirannya yang ter...

Belajar dari mereka yang tepat.... (part 1)

Membaca dan mengagumi beberapa karyanya, membaca TL di twitterya sampai beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seminarnya... Ippho Santosa, saya banyak belajar dari dia tentang kesuksesan, tentang 7 keajaiban rejeki dan percepatan rejeki... dari seminarnya ada satu hal yang sangat berkesan bagi saya.. ternyata untuk sukses berbakti kepada orang tua adalah hal yang sangat pokok dan tak bisa ditawar, kalo impian dan kehendak kita sudah selaras dengan orang tua tentu semua akan dimudahkan. berkaiatan dengan hal ini saya mempunyai cerita dan pengalaman pribadi tentang bagaimana keridhoan orang tua itu sangat manjur.. Cerita pertama adalah ketika saya selesai menamatkan pendidikan Mts/SMP saat itu Ibunda menyarankan saya untuk masuk sekolah SMK/SMEA, tapi saya bersikeras untuk bersekolah di Madrasah Aliyah, tak berapa lama sayapun mendaftarkan diri dan berhasil masuk tanpa tes, masa orientasi siswa pun saya jalani, dihari ke empat masa orientasi mengharuskan semua siswa baru untuk berma...

Rio..oh pakde

Gue kangen lu...pak de.. Pakde...gue yang satu ini..sungguh luar biasa, super sabar uy.... orangnya..komting terbaik gue..neh... pendiam..tapi cool men... ga pernah marah...tapi sekali marah...wow...luar biasa.... ini foto pakde lagi nyantai pulang kuliah sama pas liburan dulu...