Ah.. Penghasilanku kurang, gajiku minus, ternyata Ga cukup... dan sederet keluhan lain tentu pernah kita dengar disekitar kita kan, atau bahkan diri kita pun pernah mengalami keluhan tersebut.
Saat seperti ini tentu otak terasa mumet, pikiran seolah buntu, kita pun mengingat ingat kemana saja uang kita habis selama ini dan setelah diperhatikan tak ada apapun yg kita beli sesuatu yang bermanfaat. Ternyata semua hanya untuk memenuhi ego kita, nafsu Saja, hanya untuk gaya gayaan dan inilah gaya hidup berapapun jumlahnya tak pernah akan cukup untuk memenuhinya.
Biaya hidup selalu cukup untuk hidup dan tak akan pernah cukup untuk gaya hidup, begitulah nasehat bijak seorang pengusaha kawakan mas Saptuari. Kadang gaya hidup kita mengalahkan hal-hal yang lebih penting (biaya hidup). Hanya karena gaya hidup kita rela menggadaikan hidup kita untuk kedepannya, yang celakanya kita rela berhutang kesana sini untuk memenuhi gaya hidup tersebut. Tak perduli pasak sudah lebih besar daripada tihang.
Ingatlah Jika kita tak menghentikan, siap-siaplah hidup akan tergadai oleh masa lalu. Ya... orang yang rela berhutang demi memenuhi gaya hidup adalah orang yang hidupnya tergadai dimasa lalu. Masa lalu yg meninggalkan tumpukan tagihan. Mau??? Segeralah taubat dari gaya hidup yang menyesatkan, kembali lah pada gaya hidup yang menyesuaikan kemampuan financial.
Misalnya ketika kita mau beli Mobil maka gunakanlah prinsip ini "yang penting fungsi atau gengsi" karena 2 kata ini akan mengakibatkan biaya yang berbeda. Kalo mampunya beli Pajero ya ngapain beli Avanza (ups... Kebalik ya...)
Kalo belum mampu ya sabar dulu, nabung dulu, ikhtiar dulu, Jika sudah waktunya percayalah itu akan lebih terasa luar biasa dan hidup akan berjalan adem ayem bak semilir angin di dini Hari di tengah pegunungan Himalaya.
Semoga manfaat
*Raswan Abdullah
Comments