Suatu hari ketika menuju suatu tempat yang tak pernah ku kunjungi sebelumnya, perjalanan pun dimulai dan dengan penuh keyakinan aku akan tiba ditempat tersebut. Namun itu tak seperti yang dibayangkan saat jalan lurus aku dapat dengan bebas meneruskan perjalanan dengan perasaan tenang dan hati gembira. Namun tak demikian ketika tiba di persimpangan? rasa tanya dan ragu mulai hinggap. Saat itulah pilihan terjadi.
Saat di persimpangan jalan, saat pilihan lahir, saat itulah naluri bermain, memilih dan memilah jalan yang mana yang harus kuputuskan. biasanya jika seperti ini aku akan cepat mengambil keputusan untuk memilih satu jalan dan meyakini bahwa inilah jalan kupilih inilah yang benar, dan Alhamdulillah memang itulah jalan yang tepat dan aku tiba ditempat yang dituju.
Nah bagaimana jika di persimpangan jalan ini adalah dalam hidup kita? saat kita dihadapkan pada pilihan hidup, apa yang harus dilakukan? Bukan sekali dua kali aku menghadapi hal seperti ini. saat di persimpangan jalan, saat hati harus memilih, saat itulah kedewasaan diri, kemantapan hati diuji dan bagaimana jalan yang harusnya kita ambil.
Sebagian dari kita mungkin akan bingung dan banyak pertimbangan. Namun taukah kita bahwa sebenarnya Agama kita Islam telah mengajarkan apa yang harus kita lakukan saat kita berada dipersimpangan jalan.
Pertama : Mengadulah pada Allah, kita suka tidak suka sebenarnya hanya menjalani saja apa yang sudah di skenariokan oleh Allah, apapun yang terjadi pada hidup kita bukanlah suatu kebetulan. dan Ingatlah bahwa Allah tau yang terbaik bagi hambaNya melebihi tahunya diri kita pada diri kita sendiri.
Kedua : Mintalah pendapat pada orang terpercaya, Perlu diingat kita ini makhluk sosial yang keberadaan kita selalu memerlukan orang lain, carilah orang yang benar-benar bisa anda percayai untuk menjaga amanah. Jangan sesekali anda memilih orang yang suka menceritakan masalah orang lain pada diri anda, mengapa? karena bisa jadi suatu hari masalah anda pun akan diceritakan pada orang lain.
Ketiga : Istikharahlah, Saa kita sudah mengadukan masalah dalam do'a-do'a, dan sudah pula meminta pendapat orang lain/sahabat kita. terakhir bawalah dalam Istikharah kepadaNya, tunaikanlah Sholat sebagaimana perintahNya "dan jadikanlah Sabar dan Sholat sebagai penolongmu". Lakukanlah secara berulang, dan akhirnya ambillah satu keputusan.
Ketika semua sudah dilakukan dan kita sudah mengambil satu keputusan, yakinilah bahwa keputusan tersebut adalah yang terbaik yang dipilihkan oleh Allah untuk kita. dan lewatilah persimpangan jalan itu dengan senang dan riang.
Semoga manfaat, jangan lama lama dipersimpangan jalan ya ntar kesalip atau ketabrak yang lain.
*Raswan Abdullah
Saat di persimpangan jalan, saat pilihan lahir, saat itulah naluri bermain, memilih dan memilah jalan yang mana yang harus kuputuskan. biasanya jika seperti ini aku akan cepat mengambil keputusan untuk memilih satu jalan dan meyakini bahwa inilah jalan kupilih inilah yang benar, dan Alhamdulillah memang itulah jalan yang tepat dan aku tiba ditempat yang dituju.
Nah bagaimana jika di persimpangan jalan ini adalah dalam hidup kita? saat kita dihadapkan pada pilihan hidup, apa yang harus dilakukan? Bukan sekali dua kali aku menghadapi hal seperti ini. saat di persimpangan jalan, saat hati harus memilih, saat itulah kedewasaan diri, kemantapan hati diuji dan bagaimana jalan yang harusnya kita ambil.
Sebagian dari kita mungkin akan bingung dan banyak pertimbangan. Namun taukah kita bahwa sebenarnya Agama kita Islam telah mengajarkan apa yang harus kita lakukan saat kita berada dipersimpangan jalan.
Pertama : Mengadulah pada Allah, kita suka tidak suka sebenarnya hanya menjalani saja apa yang sudah di skenariokan oleh Allah, apapun yang terjadi pada hidup kita bukanlah suatu kebetulan. dan Ingatlah bahwa Allah tau yang terbaik bagi hambaNya melebihi tahunya diri kita pada diri kita sendiri.
Kedua : Mintalah pendapat pada orang terpercaya, Perlu diingat kita ini makhluk sosial yang keberadaan kita selalu memerlukan orang lain, carilah orang yang benar-benar bisa anda percayai untuk menjaga amanah. Jangan sesekali anda memilih orang yang suka menceritakan masalah orang lain pada diri anda, mengapa? karena bisa jadi suatu hari masalah anda pun akan diceritakan pada orang lain.
Ketiga : Istikharahlah, Saa kita sudah mengadukan masalah dalam do'a-do'a, dan sudah pula meminta pendapat orang lain/sahabat kita. terakhir bawalah dalam Istikharah kepadaNya, tunaikanlah Sholat sebagaimana perintahNya "dan jadikanlah Sabar dan Sholat sebagai penolongmu". Lakukanlah secara berulang, dan akhirnya ambillah satu keputusan.
Ketika semua sudah dilakukan dan kita sudah mengambil satu keputusan, yakinilah bahwa keputusan tersebut adalah yang terbaik yang dipilihkan oleh Allah untuk kita. dan lewatilah persimpangan jalan itu dengan senang dan riang.
Semoga manfaat, jangan lama lama dipersimpangan jalan ya ntar kesalip atau ketabrak yang lain.
*Raswan Abdullah

Comments