Skip to main content

Belajar dari mereka yang tepat.... (part 1)

Membaca dan mengagumi beberapa karyanya, membaca TL di twitterya sampai beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seminarnya... Ippho Santosa, saya banyak belajar dari dia tentang kesuksesan, tentang 7 keajaiban rejeki dan percepatan rejeki... dari seminarnya ada satu hal yang sangat berkesan bagi saya.. ternyata untuk sukses berbakti kepada orang tua adalah hal yang sangat pokok dan tak bisa ditawar, kalo impian dan kehendak kita sudah selaras dengan orang tua tentu semua akan dimudahkan. berkaiatan dengan hal ini saya mempunyai cerita dan pengalaman pribadi tentang bagaimana keridhoan orang tua itu sangat manjur..

Cerita pertama adalah ketika saya selesai menamatkan pendidikan Mts/SMP saat itu Ibunda menyarankan saya untuk masuk sekolah SMK/SMEA, tapi saya bersikeras untuk bersekolah di Madrasah Aliyah, tak berapa lama sayapun mendaftarkan diri dan berhasil masuk tanpa tes, masa orientasi siswa pun saya jalani, dihari ke empat masa orientasi mengharuskan semua siswa baru untuk bermalam dan mengikuti acara renungan di sekolah.... kegiatan tersebut saya ikuti dari sore hingga pagi hari.. pada pagi hari saya pulang, setiba dirumah tubuhpun menggigil dan panas badan meningkat bahkan hingga sore hari tak jua turun... 1 dua hari saya ijin untuk tidak masuk sekolah dan setelah check up dokter saya positif menderita Types, mungkin karena terlalu cape dengan semua aktivitas orientasi.. 1 minggu berlalu dan hampir 2 minggu, sakit tak jua beranjak sembuh, dan Alhamdulillah menjelang minggu kedua keadaan membaik dan saya pun dapat kembali sekolah..

Tapi Alloh berkata lain, terjadi prahara dalam rumah tangga saya saat itu, Ibunda harus pulang kampung, sementara saya berdiam menumpang dirumah salah satu guru.. keadaan itupun tak berlangsung lama, dihari ke empat, saya memutuskan untuk pulang kerumah dan memutuskan untuk berhenti sekolah. ya..berhenti saat itu adalah pilihan yang terbaik disamping kondisi rumah tangga dan juga kondisi keuangan yang tidak mendukung.

hari-hari selanjutnya saya jalani hari dengan mencari duit, dalam pikir saya hanya bagaimana supaya tahun depan saya bisa bersekolah kembali, pekerjaan apapun saya lakukan mulai dari berjualan es campur keliling yang hanya bertahan satu bulan karena musim hujan, akhirnya saya memilih ikut paman menjadi kuli bangunan.. dari hasil uang tersebut saya tabung untuk biaya, dan Alhamdulillah di tahun ajaran baru atas restu ibu saya masuk SMK/SMEA dan diterima tahap pertama, terasa begitu mudah saat itu, di Sekolah baru ini saya semangat menjalani, secara akademik saya masih bisa bersaing dengan teman2 yang lain, saya menjadi Ketua Osis, MPK, Pramuka dan yang lainnya, setamat sekolah saya pun mendapatkan beasiswa pendidikan dari Kementrian pendidikan untuk melanjutkan ke Perguruan tinggi hingga tuntas...setamat dari kuliah pun Alhamdulillah saya berhasil lulus tes PNS dan saat ini saya aktif di Badan Kepegawaian Daerah Kotabaru.

lihatlah bagaimana ridho ibu saya mengantar setiap langkah saya hingga detik ini, saya sadar bahwa ridho dan restu orang tua terutama ibu sangat memegang peranan penting, bukankah "Ridho Allah bergantung pada Ridho Orang Tua" dan bukankah do'a orang tua untuk anaknya itu mustajab..

cerita kedua adalah pada tahun 2010, saat itu saya memberanikan diri untuk membuka usaha warnet, saat itu Ibu tidak setuju dengan langkah saya, disamping lokasi yang sangat jauh dari rumah, tapi saya bersikeras untuk tetap melanjutkan... Alhasil betul saja, satu bulan usaha tersebut memang lancar, tapi di bulan 2, 3 dst.. usaha terus mengalami penurunan dan akhirnya usaha tsb menggulung karpetnya sendiri alias "TUTUP"

dua cerita tersebut menjadi pengalaman sangat berarti bagi saya, dan saya berjanji tak mau untuk rugi yang kesekian kalinya hanya karena ridho orang tua tidak didapat...

wahai sahabatku, marilah kita senantiasa memohon ridho pada orang tua terutama ibu, mudah-mudahan dengan demikian setiap langkah kita dimudahkan, dan kehidupan kita menjadi lebih baik dan bernilai.. mengutip motto pa Jammil Azzaini menjadi Sukses dan Mulia "SuksesMulia" dan mengutip kata-kata mas Ippho "kalo cara kiri cukup dulu baru berbakti, kalo cara kanan BERBAKTI DULU maka Mudah-mudahan diCUKUPKAN"

MariBerbakti,

RaswanAbdullah

085249444989 - 26A39FBB

Comments

Popular posts from this blog

Anakku sakit

seminggu yang lalu istriku sakit ditambah 1 minggu lebih putriku sakit, dan 3 hari harus opname dirumah sakit, keceriaanya hilang, tak ada lagi suara tawa candanya yang tiap pagi selalu berkicau, gerak-geraknya pun melemah... namun demikian ada begitu banyak hikmah yang dapat kupetik saat sakitnya, selain sakit memang merupakan Takdir dari Alloh Azza Wajalla… PERTAMA, mungkin dari apa-apa yang dimakannya ada terdapat hal-hal yang haram/syubhat sumbernya, sehingga ini memberikan hikmah bagaimana agar aku lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk keperluan nafkah anak dan istri. KEDUA, mungkin dalam pemilihan bahan makanan dan air kami selaku ayah dan ibu tidak teliti dengan membeli air sembarang saja tanpa memperhatikan higienitas, kesehatan sehingga Alloh menegur dengan member sakit di pencernaanya. dari kejadian ini kami akan berhati-hati dan selektif memilihkan bahan makanan dan minuman untuknya. KETIGA, mungkin selama ini kami terlena kehadirannya yang ter...

Rio..oh pakde

Gue kangen lu...pak de.. Pakde...gue yang satu ini..sungguh luar biasa, super sabar uy.... orangnya..komting terbaik gue..neh... pendiam..tapi cool men... ga pernah marah...tapi sekali marah...wow...luar biasa.... ini foto pakde lagi nyantai pulang kuliah sama pas liburan dulu...