Skip to main content

Amplop untuk Emak....

Cintaku untukmu Emak
Sabtu malam yang lalu, saya menerima SMS dari Adinda yang kurang lebih begini bunyinya "Ka, ada uang lah, untuk beli obat..Bapa sakit" tak lama saya telpon adik saya tersebut untuk menanyakan sakit apa serta menanyakan Ibu ada dimana karena janjinya beliau akan menginap dirumah tempat saya tinggal... 
"Mamanya ga da, kerja...." brakkk...hati saya langsung kaget, terenyuh dan sedih.. bagaimana bisa emak masih saja terus bekerja sampai jam segini (saat itu sudah pukul 7an malam)..

perasaan bersalah dan harap menjadi satu.. begitu kejamkah saya pada emak? bagaimana mungkin saya terus-terusan membiarkan emak bekerja siang malam... dimana peduli saya.. saya tau sampai tulisan ini ditulis emak adalah sosok tak kenal lelah demi anak-anaknya... bahkan pekerjaan apa saja beliau lakukan untuk anaknya, bahkan tak sekali dua beliau harus berhutang dengan tetangga untuk memenuhi kebutuhan anaknya...

teringat ketika masa Sekolah dulu, saat itu saya minta dibelikan sepatu baru, emak tak pernah menolak..beliau hanya berkata "ia nanti...." padahal saya tau harga sebuah sepatu adalah bayarannya untuk satu minggu bekerja dan saya meminta tanpa sabar... padahal jika dilihat sepatu lama pun masih sangat layak untuk dipakai... tapi tetap saja keegoisan yang dinomersatukan.. hingga tak lama sepatu itupun dibelikan emak.. tapi apa yang terjadi saat itu? bukannya saya berterimakasih malah mengeluh dan mencaci emak "mengatakan model tidak sesuai lah, apalah?" dan saya pun tak mau memakainya...  saat ini terbayangkan bagaimana sedihnya emak saat itu...

tidak hanya itu sampai saya tamat kuliahpun tidak pernah mendengarkan apa-apa saran beliau, bahkan tak sekali dua saya menceramahinya... seperti seorang guru yang menceramahi murid-muridnya... ya Alloh anak macam apa saya... saya tau emak tak pernah mengenyam bangku sekolah, karnanya mungkin saya begitu mudah mengeluarkan pendapat sesuka hati saya...

sampai pada sabtu malam tersebut, fikiran dan hati saya melayang mengingat semua kedurhakaan yang pernah saya lakukan, perbuatan saya yang melecehkan dan perbuatan hina lainnya yg saya perbuat pada emak... tanpa berfikir betapa sakitnya hati beliau.. tapi beliau tetap saja tak pernah lelah melayani saya, mendoakan yang terbaik bagi anaknya, baginya melihat anaknya bahagia adalah kebahagiaan baginya.

terbayang dihadapanku wajahnya yang mulai menua, kulitnya yang sudah mengeriput, kakinya yang selalu sakit, dan rambutnya yang mulai satu persatu rontok dan memutih. Namun didepan anaknya beliau tak pernah berkata lelah, sakit. yang saya tau itu agar anak-anaknya tak merasa khawatir dan terganggu.... pernah satu waktu emak berkata "jika emak tua nanti, emak tidak mau apa-apa? melihat kalian bahagia emak pun bahagia, belikan obat saja bila emak sakit nanti"

Allohu robbi.. sampai detik ini saya belum bisa berbuat apa-apa yang bisa membahagiakannya, bahkan menggantikannya mencari nafkahpun belum sepenuhnya saya lakukan... 
ingin rasanya saat ini beliau duduk tersenyum dikursi indah, menyambut kedatangan anak-anaknya, beliau hanya beribadah saja dirumah tanpa harus bekerja kesana-kemari hanya untuk seribu duaribu rupiah.... ya.. baginya uang sekecil apapun sangat berarti.. ingin rasanya saya bawakan sebuah amplop untuknya yang berisi tiket UMROH dan HAJINYA, ingin rasanya kubawakan kunci indah kunci sebuah bangunan indah untuknya... kupeluk beliau dan berkata"MAAFKAN AKU MAK, AKU SELALU SAJA MENYUSAHKANMU, MAAFKAN MAK..."

Sahabat semua, mari kita muliakan orang tua kita selagi beliau ada.... Ridhonya adalah Ridho Tuhan... jangan sekali-kali membuatnya kecewa... taatilah dia.. karenanya kita semua ada di dunia ini... Mari kita berbakti padanya...

Salam Berbakti

Comments

Popular posts from this blog

Anakku sakit

seminggu yang lalu istriku sakit ditambah 1 minggu lebih putriku sakit, dan 3 hari harus opname dirumah sakit, keceriaanya hilang, tak ada lagi suara tawa candanya yang tiap pagi selalu berkicau, gerak-geraknya pun melemah... namun demikian ada begitu banyak hikmah yang dapat kupetik saat sakitnya, selain sakit memang merupakan Takdir dari Alloh Azza Wajalla… PERTAMA, mungkin dari apa-apa yang dimakannya ada terdapat hal-hal yang haram/syubhat sumbernya, sehingga ini memberikan hikmah bagaimana agar aku lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk keperluan nafkah anak dan istri. KEDUA, mungkin dalam pemilihan bahan makanan dan air kami selaku ayah dan ibu tidak teliti dengan membeli air sembarang saja tanpa memperhatikan higienitas, kesehatan sehingga Alloh menegur dengan member sakit di pencernaanya. dari kejadian ini kami akan berhati-hati dan selektif memilihkan bahan makanan dan minuman untuknya. KETIGA, mungkin selama ini kami terlena kehadirannya yang ter...

Belajar dari mereka yang tepat.... (part 1)

Membaca dan mengagumi beberapa karyanya, membaca TL di twitterya sampai beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seminarnya... Ippho Santosa, saya banyak belajar dari dia tentang kesuksesan, tentang 7 keajaiban rejeki dan percepatan rejeki... dari seminarnya ada satu hal yang sangat berkesan bagi saya.. ternyata untuk sukses berbakti kepada orang tua adalah hal yang sangat pokok dan tak bisa ditawar, kalo impian dan kehendak kita sudah selaras dengan orang tua tentu semua akan dimudahkan. berkaiatan dengan hal ini saya mempunyai cerita dan pengalaman pribadi tentang bagaimana keridhoan orang tua itu sangat manjur.. Cerita pertama adalah ketika saya selesai menamatkan pendidikan Mts/SMP saat itu Ibunda menyarankan saya untuk masuk sekolah SMK/SMEA, tapi saya bersikeras untuk bersekolah di Madrasah Aliyah, tak berapa lama sayapun mendaftarkan diri dan berhasil masuk tanpa tes, masa orientasi siswa pun saya jalani, dihari ke empat masa orientasi mengharuskan semua siswa baru untuk berma...

Rio..oh pakde

Gue kangen lu...pak de.. Pakde...gue yang satu ini..sungguh luar biasa, super sabar uy.... orangnya..komting terbaik gue..neh... pendiam..tapi cool men... ga pernah marah...tapi sekali marah...wow...luar biasa.... ini foto pakde lagi nyantai pulang kuliah sama pas liburan dulu...