Skip to main content

Dia alim koq?



“ga mungkinlah abang akan main-main diluar sana ka, dia kan alim” 

Itulah sepenggal kalimat dari perbincangan istriku dengan beberapa rekan kerjanya, mendengar kalimat tersebut hatiku menggelitik tersindir sangat, malu rasanya diri ini dengan penilaian orang-orang tentang diri ini yang hanya sekilas tanpa tau bagaimana aku sebenarnya.

Melalui kalimat tersebut, rasa malu membuncah dalam diri dan berkata dalam hati “apa iya? Mungkin ini peringatan dari Alloh agar aku berubah”. Semenjak malam itu aku mengevaluasi diri, atas dasar apa mereka mengucapkan itu?

“Oh Tuhan, betapa banyak kesengajaanku meninggalkan sholat, padahal aku tau dosa meniggalkan sholat lebih besar daripada membunuh dan berzina”

“Oh Tuhan, betapa sering aku berbuat dzalim pada istri dan anak-anakku, padahal aku tau istri dan anak hadir untuk dilindungi dan dibina, diberi kasih sayang dan cinta”

“Oh Tuhan, betapa teganya diri ini membiarkan orang tuaku, padahal aku tau berbakti adalah kewajiban dan Ridhonya adalah RidhoMu”

“Oh Tuhan, betapa cueknya aku pada sesamaku, padahal aku tau menjalin ukhuwah adalah kewajiban sebagai umat NabiMu”

“betapa sering hati ini berprasangka buruk, lidah ini berkata kotor, mata ini tak terjaga, tangan dan kakipun tak sekali dua berbuat keji”

“Oh Tuhan, pantaskah aku mendapatkan pujian seperti itu”

Aku sadar betapa kotornya diri ini, kini aku bertekad untuk terus meningkatkan kebaikan-kebaikan dalam hidupku, menjaga sholatku, menjalankan Sunnah Nabiku, lebih menjaga kata-kataku dan perbuatanku, aku akan malu jika diriku sama seperti tahun-tahun lalu.

Mungkin inilah teguran dari Alloh, aku berterima kasih Alloh masih sayang padaku, deret kalimat itu kini menyadarkanku…

mari koreksi diri

Comments

Nugroho Wiyatno said…
Keren mas...addinnu nasikhat, 3x. Semoga bisa saling menasehati ...
Jazakumulloh..
Unknown said…
اَللّهُ menengur kita dengan cara indah, dan اَللّهُ menyanyangi kita dengan cara indah. Inilah cara indah اَللّهُ untuk umat-NYA yg di sayangi-NYA. :)
Unknown said…
اَللّهُ menegur kita dengan cara indah, dan اَللّهُ menyanyangi kita dengan cara indah pula. Dan inilah cara indah اَللّهُ menyanyangi dan menengur umat-NYA dgn segala kebaikan yg dimiliki-Nya.
Raswan said…
semoga tetap terus bisa saling menasehati dan mengingatkan... Aminn....

Popular posts from this blog

Anakku sakit

seminggu yang lalu istriku sakit ditambah 1 minggu lebih putriku sakit, dan 3 hari harus opname dirumah sakit, keceriaanya hilang, tak ada lagi suara tawa candanya yang tiap pagi selalu berkicau, gerak-geraknya pun melemah... namun demikian ada begitu banyak hikmah yang dapat kupetik saat sakitnya, selain sakit memang merupakan Takdir dari Alloh Azza Wajalla… PERTAMA, mungkin dari apa-apa yang dimakannya ada terdapat hal-hal yang haram/syubhat sumbernya, sehingga ini memberikan hikmah bagaimana agar aku lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk keperluan nafkah anak dan istri. KEDUA, mungkin dalam pemilihan bahan makanan dan air kami selaku ayah dan ibu tidak teliti dengan membeli air sembarang saja tanpa memperhatikan higienitas, kesehatan sehingga Alloh menegur dengan member sakit di pencernaanya. dari kejadian ini kami akan berhati-hati dan selektif memilihkan bahan makanan dan minuman untuknya. KETIGA, mungkin selama ini kami terlena kehadirannya yang ter...

Belajar dari mereka yang tepat.... (part 1)

Membaca dan mengagumi beberapa karyanya, membaca TL di twitterya sampai beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seminarnya... Ippho Santosa, saya banyak belajar dari dia tentang kesuksesan, tentang 7 keajaiban rejeki dan percepatan rejeki... dari seminarnya ada satu hal yang sangat berkesan bagi saya.. ternyata untuk sukses berbakti kepada orang tua adalah hal yang sangat pokok dan tak bisa ditawar, kalo impian dan kehendak kita sudah selaras dengan orang tua tentu semua akan dimudahkan. berkaiatan dengan hal ini saya mempunyai cerita dan pengalaman pribadi tentang bagaimana keridhoan orang tua itu sangat manjur.. Cerita pertama adalah ketika saya selesai menamatkan pendidikan Mts/SMP saat itu Ibunda menyarankan saya untuk masuk sekolah SMK/SMEA, tapi saya bersikeras untuk bersekolah di Madrasah Aliyah, tak berapa lama sayapun mendaftarkan diri dan berhasil masuk tanpa tes, masa orientasi siswa pun saya jalani, dihari ke empat masa orientasi mengharuskan semua siswa baru untuk berma...

Rio..oh pakde

Gue kangen lu...pak de.. Pakde...gue yang satu ini..sungguh luar biasa, super sabar uy.... orangnya..komting terbaik gue..neh... pendiam..tapi cool men... ga pernah marah...tapi sekali marah...wow...luar biasa.... ini foto pakde lagi nyantai pulang kuliah sama pas liburan dulu...