Siang itu entah kenapa, seperti tidak biasanya aku bergegas pulang, ntah ada apa... firasatkupun seperti tak nyaman..seoalah diseberang sana ada yang memanggil..
sesampainya dirumah...benar saja kulihat langsung si Mito itu tergeletak diatas kasur... ku sergap kucek... 12 panggilan tak terjawab, begitu kusentuh langsung satu nomer yang tak kukenal memanggil... ku angkat diujung sana terdengar samar suara seorang wanita.
"pa raswan, kawalah pian datang ke BKD siang ini?" ucapnya
"ada apa bu?"
"ada yang mau ditanyakan"
"iya..."
bergegas kupasang kembali helm hitam dan starter sepeda motor.. tanpa fikir aku mengenakan apa... hanya sendal jepit meski rada mending...
sesampainya dikantor BKD aku bergegas masuk.. ku perhatikan wajah wajah yang beberapa hari lalu melayaniku untuk melengkapi berkas.
"bapa ingin bertemu dengan pian"
"ada apa pa?" selidikku
"kurang tau juga, ada yang mau ditanyakan"
hemmmm fikiranku mulai membayangkan hal hal aneh yang biasanya terjadi pada pengalaman orang orang, tentang ijazah, asal usul, atau kesalahan pengumuman, tapi aku tetep berfikir positif... aku butuh kepastian.. jadi lebih baik kuikuti saja apa maksud pertemuan ini.
sederet pembicaraan pun mulai terjadi.. ku baca papan nama yang tertulis di pakaian pria didepanku itu "Said Husin Al-Qadri" dan untuk beginilah kurang lebih skenarionya:
"bediam dimana kam?"
"di baharu pa"
"kamu ni orang mana, pandeglang ya?"
"saya dilahirkan disana pa, tapi sejak SD saya sudah di sini"
"gimana ceritanya?, ayah ibumu dari mana?"
" Ibu asli sunda, banten... ayah juga, dulu ibu berniat untuk mengikuti paman yang sudah lebih dulu datang ikut program transmigrasi"
"Ibumu kerja apa"
"Pembantu rumah tangga pa"
"tapi koq kamu bisa kuliah sampe ke bandung"
"saya dapat beasiswa pa"
"dari...?
"direktorat pembinaan SMK"
pembicaraanpun terhenti ketika HP beliau berbunyi..... aku hanya bisa tertunduk, sambil masih terus bertanya ada apa gerangan...?
"begini, sya mencari orang yang akan ditempatkan di BKD, sya baca curriculum vitae kamu, dari Tsanawiah, sama seperti saya dulu, tapi ya disini mesti disiplin, memberi contoh yang baik...soalnya disini bagian administrasi.. dtambah disini ga ada uangnya, karena bukan lahan basah..."
aku kurang mengerti apa maksudnya lahan basah, kemudian lanjut beliau
"kalo mau banyak, ya kamu mesti cari diluar.... terus kalo kamu jadi pegawai, berhenti dong ngajarnya?
"dengan segala resikonya tentunya pa?"
"jadi bisa berhenti juga dong ibumu kalo dah jadi pegawai kerjanya"
"itu salah satu yang saya harapkan, sudah berumur juga...."
"ya udah kalo begitu"
"terima kasih pa"
aku pun meninggalkan ruangan, semoga pembicaraan itu tak hanya pembicaraan, tapi menjadi kenyataan. Amin
kata tanya dalam hatipun terjawab..... terimakasih ya Allah.. atas semua rezeki dan nikmat yang engkau berikan.
sesampainya dirumah...benar saja kulihat langsung si Mito itu tergeletak diatas kasur... ku sergap kucek... 12 panggilan tak terjawab, begitu kusentuh langsung satu nomer yang tak kukenal memanggil... ku angkat diujung sana terdengar samar suara seorang wanita.
"pa raswan, kawalah pian datang ke BKD siang ini?" ucapnya
"ada apa bu?"
"ada yang mau ditanyakan"
"iya..."
bergegas kupasang kembali helm hitam dan starter sepeda motor.. tanpa fikir aku mengenakan apa... hanya sendal jepit meski rada mending...
sesampainya dikantor BKD aku bergegas masuk.. ku perhatikan wajah wajah yang beberapa hari lalu melayaniku untuk melengkapi berkas.
"bapa ingin bertemu dengan pian"
"ada apa pa?" selidikku
"kurang tau juga, ada yang mau ditanyakan"
hemmmm fikiranku mulai membayangkan hal hal aneh yang biasanya terjadi pada pengalaman orang orang, tentang ijazah, asal usul, atau kesalahan pengumuman, tapi aku tetep berfikir positif... aku butuh kepastian.. jadi lebih baik kuikuti saja apa maksud pertemuan ini.
sederet pembicaraan pun mulai terjadi.. ku baca papan nama yang tertulis di pakaian pria didepanku itu "Said Husin Al-Qadri" dan untuk beginilah kurang lebih skenarionya:
"bediam dimana kam?"
"di baharu pa"
"kamu ni orang mana, pandeglang ya?"
"saya dilahirkan disana pa, tapi sejak SD saya sudah di sini"
"gimana ceritanya?, ayah ibumu dari mana?"
" Ibu asli sunda, banten... ayah juga, dulu ibu berniat untuk mengikuti paman yang sudah lebih dulu datang ikut program transmigrasi"
"Ibumu kerja apa"
"Pembantu rumah tangga pa"
"tapi koq kamu bisa kuliah sampe ke bandung"
"saya dapat beasiswa pa"
"dari...?
"direktorat pembinaan SMK"
pembicaraanpun terhenti ketika HP beliau berbunyi..... aku hanya bisa tertunduk, sambil masih terus bertanya ada apa gerangan...?
"begini, sya mencari orang yang akan ditempatkan di BKD, sya baca curriculum vitae kamu, dari Tsanawiah, sama seperti saya dulu, tapi ya disini mesti disiplin, memberi contoh yang baik...soalnya disini bagian administrasi.. dtambah disini ga ada uangnya, karena bukan lahan basah..."
aku kurang mengerti apa maksudnya lahan basah, kemudian lanjut beliau
"kalo mau banyak, ya kamu mesti cari diluar.... terus kalo kamu jadi pegawai, berhenti dong ngajarnya?
"dengan segala resikonya tentunya pa?"
"jadi bisa berhenti juga dong ibumu kalo dah jadi pegawai kerjanya"
"itu salah satu yang saya harapkan, sudah berumur juga...."
"ya udah kalo begitu"
"terima kasih pa"
aku pun meninggalkan ruangan, semoga pembicaraan itu tak hanya pembicaraan, tapi menjadi kenyataan. Amin
kata tanya dalam hatipun terjawab..... terimakasih ya Allah.. atas semua rezeki dan nikmat yang engkau berikan.
Comments