Skip to main content

Bersandar pada Allah dan rencana hidup

Sekitar 2 Hari yang lalu, saya berdiskusi dengan salah satu rekan kerja dikantor, seorang yang menginspirasi. Diskusi sederhana via bbm. Diskusi yang membuat mata dan hati saya mampu mengambil pelajaran penting dalam menyikapi setiap hasil usaha yang kita lakukan.
Berawal dari status bbm nya yang kurang lebih seperti ini "Focus on your way" yang kemudian saya komentari dengan beberapa pertanyaan sederhana, tentang menyikapi hidup apakah harus mengàlir seperti air atau terencana? dan inilah kesimpulan yang bisa saya petik sebagai pelajaran berharga : "Perencanaan, tetap perlu rencana supaya (insya Allah) hidup lebih terarah dan punya tujuan, tp tetap harus bersandar pada Allah SWT, krn ada hal-hal yg di luar kendali kita.. Jd kalau bersandar pd Allah, nanti tdk terlalu  down kalau seandainya yg terjadi tdk sesuai rencana"
Saya sendiri sependapat dengan hal tersebut, bahwa hidup harus kita design sejak awal, kita maunya seperti apa? Kita besok mau jadi apa? Ada hal yang menarik bahwa hukum Alam Jika sesuatu yang kita rencanakan dengan baik, kita resapi, kita visualisasikan dalam Alam bawah sadar, Insya Allah itu akan menjadi nyata. Berprsangka baik saat kita merencanakan berarti kita percaya sepenuhnya pada Allah "Bukankah Allah sesuai dengan prasangka hambaNya???"
Namun demikian jangan lupa, kita ikhtiarkan secara maksimal, kita doa juga secara maksimal, kemudian hasilnya kita sandarkan sepenuhnya kepada Sang Pemegang Hidup. Selalu libatkan Allah di setiap langkah ikhtiar kita, dan Jika hasilnya tak sesuai harap, kembali kan... dia Maha Tau yang terbaik bagi setiap makhluk ciptaanNya.
Tentang memvisualisasikan keinginan atau lebih tepatnya impian, dari sebuah blog Bisnis dan motivasi dikatakan bahwa memvisualisasikan impian itu akan menjadi energi dalam hidup, akan menjadi penggerak semangat kita dalam menyusun langkah2 konkrit, hidup seakan terarah kemana harus menuju dan tentu sesuai dengan aturan dariNya. Jika sudah demikian tentu sudah tidak akan ada lagi kegalauan. Galau boleh saat semua yang kita lakukan tak sesuai aturanNya.
Kemudian tentang seseorang yang memprinsipkan hidup mengalir seperti air, apa salah Jika seperti ini? Untuk menjawabnya saya mengambil pelajaran dari guru motivasi saya, beliau berujar seperti ini "Coba kamu ambil satu ember air, terus kamu siramkan di kamar mandi, atau dapur, jatuhnya kemana? Ke Got ke safety tank. Itu artinya tempat apa? Kotoran, pembuangan. Mau hidup kamu seperti itu?"
Rencanakan hidup sejak saat ini, Jika belum tau mau jadi seperti apa? Paling tidak cobalah pandangi orang orang yang kita Cinta, tanyakan pada mereka apa yg bisa kita lakukan? Semoga itu menjadi titik awal.
Saat semua sudah terencana, mari kita ikhtiarkan dengan maksimal, dan sandarkan semuanya pada Allah, semoga Allah meridhoinya dan senantiasa memberi petunjuk dalam setiap usaha dan langkah perjuangan kita. Aaamiiin...
Semoga Manfaat
@raswanabdullah
Terimakasih utuk adik saya atas sharingya. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan.

Comments

Nango Nango said…
Ini postingan yang kereeen... Selalu libatkan Allah dalam setiap langkah ikhtiar kita... :D
Raswan Abdullah said…
Karena teman diskusinya juga keren.. Semoga kita bisa menerapkannya dalam hidup kita. Ayo semangat ke Paris... Hehehe
Nango Nango said…
Aaamiiin... Semangat ke Australia juga yaaa... ^^

Popular posts from this blog

Anakku sakit

seminggu yang lalu istriku sakit ditambah 1 minggu lebih putriku sakit, dan 3 hari harus opname dirumah sakit, keceriaanya hilang, tak ada lagi suara tawa candanya yang tiap pagi selalu berkicau, gerak-geraknya pun melemah... namun demikian ada begitu banyak hikmah yang dapat kupetik saat sakitnya, selain sakit memang merupakan Takdir dari Alloh Azza Wajalla… PERTAMA, mungkin dari apa-apa yang dimakannya ada terdapat hal-hal yang haram/syubhat sumbernya, sehingga ini memberikan hikmah bagaimana agar aku lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk keperluan nafkah anak dan istri. KEDUA, mungkin dalam pemilihan bahan makanan dan air kami selaku ayah dan ibu tidak teliti dengan membeli air sembarang saja tanpa memperhatikan higienitas, kesehatan sehingga Alloh menegur dengan member sakit di pencernaanya. dari kejadian ini kami akan berhati-hati dan selektif memilihkan bahan makanan dan minuman untuknya. KETIGA, mungkin selama ini kami terlena kehadirannya yang ter...

Belajar dari mereka yang tepat.... (part 1)

Membaca dan mengagumi beberapa karyanya, membaca TL di twitterya sampai beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seminarnya... Ippho Santosa, saya banyak belajar dari dia tentang kesuksesan, tentang 7 keajaiban rejeki dan percepatan rejeki... dari seminarnya ada satu hal yang sangat berkesan bagi saya.. ternyata untuk sukses berbakti kepada orang tua adalah hal yang sangat pokok dan tak bisa ditawar, kalo impian dan kehendak kita sudah selaras dengan orang tua tentu semua akan dimudahkan. berkaiatan dengan hal ini saya mempunyai cerita dan pengalaman pribadi tentang bagaimana keridhoan orang tua itu sangat manjur.. Cerita pertama adalah ketika saya selesai menamatkan pendidikan Mts/SMP saat itu Ibunda menyarankan saya untuk masuk sekolah SMK/SMEA, tapi saya bersikeras untuk bersekolah di Madrasah Aliyah, tak berapa lama sayapun mendaftarkan diri dan berhasil masuk tanpa tes, masa orientasi siswa pun saya jalani, dihari ke empat masa orientasi mengharuskan semua siswa baru untuk berma...

Rio..oh pakde

Gue kangen lu...pak de.. Pakde...gue yang satu ini..sungguh luar biasa, super sabar uy.... orangnya..komting terbaik gue..neh... pendiam..tapi cool men... ga pernah marah...tapi sekali marah...wow...luar biasa.... ini foto pakde lagi nyantai pulang kuliah sama pas liburan dulu...