Skip to main content

Tundalah kesenangan

Selasa, 06 Oktober 2015 aku di ajak oleh seorang sahabat baru untuk bersilaturahmi ke sebuah rumah sederhana di salah satu sudut kota di Banjarbaru. Sebuah rumah yang dihuni oleh banyak orang sebenarnya, karena ini adalah merupakan area in the kos anak-anak mahasiswa, dan yang kami temui adalah pengasuhnya. Bukan kebetulan memang, Allah mengantarkan kami bersilaturahmi ke rumah tersebut, dan yang kami temui adalah 2 orang yang sudah berusia (Kakek dan nenek). Singkat kata kami menemui dan mulai perbincangan dengan mereka, mereka berdua sangat ramah dan baik, dua gelas teh panas dan kue jajanan pasar pun dengan cepat tersedia (Alhamdulillah....kebetulan belum sarapan....hehehe).

keduanya adalah merupakan pensiunan di salah satu bank BUMN Negeri ini. Melihat wajah sang nenek yang masih segar, akupun langsung berseloroh "Usia pian berapa?" -- "74 tahun" jawabnya Tetapi masih terlihat sangat segar, sehat, fit, dan seolah hidup tanpa beban, adan akupun langsung saja mengorek apa rahasianya, dan sebagai gambaran ini rahasianya. Pertama jangan terlalu banyak beban pikiran, dibawa happy aja, kalo banyak pikiran nanti stress. Nah masalahnya adalah bagaimana agar tidak banyak beban pikiran dan santai ketika usia pensiun.

Usut punya usut ternyata mereka apunya sederet asset properti yang menghasilkan tiap bulan yaitu kawasan kos-kosan ini yang aku perhatikan mungkin lebih dari 20 pintu (20 x 500 ribu saja = 10juta), Ya jelas santai lah kalo udah fixed incomenya besar ngapain juga mikir terlalu berat. hehehe... Namun bukan ini yang ingin aku tekankan, yang ingin aku garis bawahi, cetak tebal + underline  adalah bagaimana mereka memperolehnya.

inilah rahasinya :
TUNDA KESENANGAN 

ya inilah ilmu pamungkas dalam mengendalikan keuangan menuju Financial Freedom saat usia pensiun.Menurut beliau, saat kita sehat bergaji bagus, sisihkan sebagian untuk ditabung, belanjalah seperlunya dan secukupnya, jangan tergoda dengan mode yang kerap hanyalah sementara. Sisihkan uang ditabung, kemudian ketika sudah terkumpul belilah aset properti, jangan membeli barang konsumtif.

Mengapa properti karena harganya tiap tahun cenderung mengalami kenaikan.. benar kan... dan pada saat kita sudah tak kuat kerja, properti inilah yang akan membiayai kita. coba kalo beli Mobil, mana bisa naik harganya. Kita boleh saja sekali dua kali makan diluar rumah (rumah makan) bukan diluar pinggir jalan loh ya... ntar masuk angin lagi.... hehehehe... Tapi tidak mesti setiap hari kan, mungkin 1 atau 2 minggu sekali.

Jika memiliki pendapatan lebih, simpan, karena besok-besok kita ga bakalan tau apa yang terjadi. Aku rasa prinsip "Tunda kesenangan" ini sesuai dengan prinsip-prinsip perekonomian dalam islam. bukankah agama islam juga memerintahkan "Persiapkan duniamu seolah kamu hidup selamanya, dan persiapkan akhiratmu seolah kamu mati esok hari" 

Mumpung sehat, mumpung masih bugar, mumpung masih punya sumber penghasilan yang baik, yuk kita siapkan masa tua kita, Tunda kesenangan. Jangan terlena dengan gaya hidup yang akhirnya membuat kita sengsara. dan untuk menunda kesenangan butuh Komitmen yang kuat, bukankah Akhir itu lebih baik dibanding dengan permulaan.

Terimakasih kakek dan nenek yang baik hati telah berbagi ilmu dengan kami-kami yang masih belajar untuk hidup. Semoga saja kalian berdua selalu sehat dan dalam lindungan Allah. Aamiin. Terimakasih untuk sahabat baru yang sudah berkenan mengajak bersilaturahmi, dapet ilmu lagi, dapat teh panas plus kue pula. hehehe...

Semoga manfaat
@raswanabdullah

Comments

Anonymous said…
This comment has been removed by the author.
Nango Nango said…
Semoga kita bisa menerapkan ilmu yang didapat... Aaamiiin ya robbal'aalamiiin... Alhamdulillaah bisa ke sana lagi, setelah 19 bulan lebih tak berkunjung... Terimakasih juga Bro R yang sudah berkenan mengantarkan untuk bertemu beliau berdua...
Raswan Abdullah said…
Insya Allah we can to practice, you are welcome, i am so happy can be your driver... Hehehe
Nango Nango said…
This comment has been removed by the author.

Popular posts from this blog

Anakku sakit

seminggu yang lalu istriku sakit ditambah 1 minggu lebih putriku sakit, dan 3 hari harus opname dirumah sakit, keceriaanya hilang, tak ada lagi suara tawa candanya yang tiap pagi selalu berkicau, gerak-geraknya pun melemah... namun demikian ada begitu banyak hikmah yang dapat kupetik saat sakitnya, selain sakit memang merupakan Takdir dari Alloh Azza Wajalla… PERTAMA, mungkin dari apa-apa yang dimakannya ada terdapat hal-hal yang haram/syubhat sumbernya, sehingga ini memberikan hikmah bagaimana agar aku lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk keperluan nafkah anak dan istri. KEDUA, mungkin dalam pemilihan bahan makanan dan air kami selaku ayah dan ibu tidak teliti dengan membeli air sembarang saja tanpa memperhatikan higienitas, kesehatan sehingga Alloh menegur dengan member sakit di pencernaanya. dari kejadian ini kami akan berhati-hati dan selektif memilihkan bahan makanan dan minuman untuknya. KETIGA, mungkin selama ini kami terlena kehadirannya yang ter...

Belajar dari mereka yang tepat.... (part 1)

Membaca dan mengagumi beberapa karyanya, membaca TL di twitterya sampai beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seminarnya... Ippho Santosa, saya banyak belajar dari dia tentang kesuksesan, tentang 7 keajaiban rejeki dan percepatan rejeki... dari seminarnya ada satu hal yang sangat berkesan bagi saya.. ternyata untuk sukses berbakti kepada orang tua adalah hal yang sangat pokok dan tak bisa ditawar, kalo impian dan kehendak kita sudah selaras dengan orang tua tentu semua akan dimudahkan. berkaiatan dengan hal ini saya mempunyai cerita dan pengalaman pribadi tentang bagaimana keridhoan orang tua itu sangat manjur.. Cerita pertama adalah ketika saya selesai menamatkan pendidikan Mts/SMP saat itu Ibunda menyarankan saya untuk masuk sekolah SMK/SMEA, tapi saya bersikeras untuk bersekolah di Madrasah Aliyah, tak berapa lama sayapun mendaftarkan diri dan berhasil masuk tanpa tes, masa orientasi siswa pun saya jalani, dihari ke empat masa orientasi mengharuskan semua siswa baru untuk berma...

Rio..oh pakde

Gue kangen lu...pak de.. Pakde...gue yang satu ini..sungguh luar biasa, super sabar uy.... orangnya..komting terbaik gue..neh... pendiam..tapi cool men... ga pernah marah...tapi sekali marah...wow...luar biasa.... ini foto pakde lagi nyantai pulang kuliah sama pas liburan dulu...