SEHARUSNYA SURAT INILAH YANG AA SERAHKAN KE ADE KEMAREN
Teruntuk : …………………………..
Assalamu’alaikum wr. Wb.
seiring kata marilah kita sama-sama panjatkan puji syukur ke Khadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, nikmat dan karunianya kita sampai detik ini masih diberikan nikmat iman, dan islam dan semoga itu sampai hujung akhir hayat kita. Amin
teriiring pula shalawat dan salam terindah kepada sayyidul ‘ula junjungan kita nabi besar Muhammad SAW….
De….., tak ada niat apa-apa dihati aa melalui surat ini….kecuali hanya ingin menyambung silaturahmi dan mengeluarkan semua yang ada dihati aa… karena boleh jadi ini adalah surat aa yang terakhir sebelum aa pergi dari Jakarta…
Tentu ade masih ingat kan, hubungan yang kita jalin dulu berawal begitu indah dan kenapa tidak kita akhiri pula dengan keindahan sehingga tidak ada hal yang menyakitkan ataupun menyesak didada….
Dan sekarang izinkan Aa untuk meluruskan semuanya melalui surat ini…..
Meskipun hubungan kita telah berakhir tapi kenapa komunikasi dan persaudaraan kita pun harus berakhir, tidak begitu kan....?
Okelah aa akui selama ini aa memang masih mengharap kehadiran ade untuk aa, hingga hal itu pula yang membuat kita akhirnya sama-sama jengkel dan adepun akhirnya kesal dengan aa...dan aa terima koq konsekwensinya....
Mungkin satu kesalahan besar aa adalah setelah mendapat kepercayaan..... aa malah berbalik arah dan menyia-nyiakan kepercayaan itu, tapi masalah perasaan de....siapa yang bisa menutupi siapa yang bisa berbohong, sepandai-pandai tupai melompat pasti akan terjatuh juga kan....! tapi kini aa sadar semua itu salah, semua itu hanya tambah menyakitkan sehingga mungkin benar yang ade bilang kenapa aa suka menyakiti diri sendiri....
Kini aa mohon ridho atas semua perasaan yang aa punya, aa mohon maaf atas semuanya, aa mohon ade mau merelakan perasaan aa dan izinkanlah aa untuk memperoleh kepercayaan bahwa aa kini pengen berubah, aa pengen merubah rasa itu, aa pengen mengarahkan rasa itu ke yang lebih positif...
Selama kita pacaran dulu, banyak hal yang telah aa ambil hikmahnya dan aa harap begitupula adanya dengan ade...
Aa lebih bisa menyadari kekurangan aa, aa lebih bisa berfikir realistis dan yang tak kalah penting aa bisa menerima kenyataan yang ada...
Dulu aa pernah bilang, kalau Allah tidak memberi apa yang kita inginkan tapi Allah selalu memberi apa yang kita butuhkan, hanya saja sebagai manusia kita cenderung tidak pernah mensyukuri atas nikmat-nikmat yang diberikannya hingga Allah pun Marah pada kita...
Aa ga mau itu terjadi pada kita de....
Aa sangat bersyukur pada Allah, akhirnya kita bisa mengakhiri yang namanya pacaran, kita bisa mengakhiri cinta dan kebahagiaan semu itu, dan sejak itulah aa bertekad bahwa aa tidak akan pernah lagi menjalani hubungan yang namanya Pacaran, hubungan semu, kebahagiaan semu yang jelas-jelas hukumnya HARAM.
Aa bersyukur hubungan haram itu berakhir...
Seminggu terakhir aa merenung dan berfikir, apakah aa akan terus-terusan bermain dengan perasaan,...? tidak de, aa tidak mau terus-terusan didera perasaan ini... aa ingin hidup tenang, berfikir tenang, istirahat tenang, terlebih-lebih beribadah dengan tenang....
Kini aa mengalah de, aa pasrah sekarang apapun penilaian ade tentang aa, entah itu baik, buruk, lemah, kerdil dan sebagainya aa siap menerima semua itu...
Karenanya melalui catatan kecil ini aa sekalian mohon maaf atas semua perilaku aa pada ade, atas semua kekesalan yang aa buat, atas semua rasa sakit yang aa goreskan... aa mengalah dan aa pergi sekarang....
Cukup sudah rasanya air mata ini tertumpah, cukup sudah kepiluan hati ini menderu dan menyesakkan jiwa aa....
Aa sempat menyesal memang, kenapa aa harus menuliskan semua tentang hubungan kita didalam sebuah file dan menyuruh ade membacanya, padahal tak seharusnya ade tau tentang semua itu, seharusnya cukup aa dan Allahlah yang tau tentang itu.
Aa tidak mau, melalui tulisan itu aa terkesan mencari perhatian, mencari iba ataupun belas kasihan...aa tidak mau itu...
Aa pergi dan pamit ya de, maafkan semua yang telah aa perbuat, maafkan semua kata yang telah terucap....
Meski bagaimana kini aa akan terus berjalan, dan aa memang harus berjalan, aa masih harus berjuang untuk diri, keluarga bahkan terlebih untuk orang lain....
Kini adepun berjalanlah terus, temukan yang ade impikan dan ade cita-citakan....
Insya Allah kini aa lebih terbuka dalam memandang masalah, aa sudah relakan semua yang telah terjadi antara kita, aa sudah pasrahkan diri pada sang pencipta....
Aa ridho dengan semua yang ada....
Jazakallah ya de....
Kau buat diri ini lebih memahami
Kau buat diri ini lebih mandiri
Kau buat diri ini menemukan jati diri
Tak ada maksud bagiku untuk menyusahkanmu
Tak ada maskud bagiku untuk menyalahkanmu
Aku hanya ingin menjaga kesucian qalbuku
Aku hanya ingin memutus rantai syetan yang terus membelenggu
Afwan kalau ada yang salah
Afwan kalau telah membuatmu kesal dan dan susah
Afwan kalau telah menjadikanmu resah
Afwan kalau telah menjadikanmu gundah dan gelisah
Izinkan diri ini untuk berubah
Do’akan diri ini agar tetap Istiqomah
Meniti hari-hari dijalan dakwah...
Amin..
Itulah rangkaian puisi kecil aa, sudah sepatutnya aa mengucapkan banyak terima kasih.
Aa harap setelah ini, kita masih akan terus sama-sama menjalin komunikasi dan silaturrahmi, aa ingin sekali menjadi kaka terbaik untuk ade, menjadi teman curhat, diskusi tentang agama, sosial dan sebagainya...
Aa akan tunggu cerita-cerita indah dari ade, pengalaman ade, canda dan tawa ade bahkan tangisan ade sekalipun.... aa akan tunggu itu, pundak aa siap menopang semuanya...
Aa harap ade bersedia untuk itu semua...Kini mari sama-sama kita berlomba-lomba untuk terus berbuat baik dan mengukir prestasi....
Dan tentang tanggal 03 Juni 2010, Insya Allah aa akan ingat itu.... dan aa harap adepun ingat dengan tanggal itu... dan pada tanggal itu bukan berarti aa harus memperoleh jawaban iya lo ya... semuanya kembali kepada ade, aa ngerti koq perasaan memang tak dapat dipaksakan. Aa hanya ingin membuktikan kalau aa benar-benar serius sama ade, aa akan berusaha berfikir lebih realistis, insya Allah aa akan terus berusaha memperbaiki diri, ilmu, hati dan tak kalah penting memperbaiki ekonomi.
Yang terpenting sekarang, aa bener2 pengen ade percaya, aa pengen jadi bagian dari hidup ade, dalam artian sebagai teman, sebagai sahabat, saudara, ya....sejauh-jauhnya aa pengen jadi kaka yang baik...dan itupun kalau ade mau... kalau ga mau, ya...apa mau dikata? Aa pasrahkan pada yang Esa.
Sekali lagi aa pamit, aa mohon diri...
Jazakumullaha khoiran katsir...
Wassalamu’alaikum wr wb.
Teruntuk : …………………………..
Assalamu’alaikum wr. Wb.
seiring kata marilah kita sama-sama panjatkan puji syukur ke Khadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, nikmat dan karunianya kita sampai detik ini masih diberikan nikmat iman, dan islam dan semoga itu sampai hujung akhir hayat kita. Amin
teriiring pula shalawat dan salam terindah kepada sayyidul ‘ula junjungan kita nabi besar Muhammad SAW….
De….., tak ada niat apa-apa dihati aa melalui surat ini….kecuali hanya ingin menyambung silaturahmi dan mengeluarkan semua yang ada dihati aa… karena boleh jadi ini adalah surat aa yang terakhir sebelum aa pergi dari Jakarta…
Tentu ade masih ingat kan, hubungan yang kita jalin dulu berawal begitu indah dan kenapa tidak kita akhiri pula dengan keindahan sehingga tidak ada hal yang menyakitkan ataupun menyesak didada….
Dan sekarang izinkan Aa untuk meluruskan semuanya melalui surat ini…..
Meskipun hubungan kita telah berakhir tapi kenapa komunikasi dan persaudaraan kita pun harus berakhir, tidak begitu kan....?
Okelah aa akui selama ini aa memang masih mengharap kehadiran ade untuk aa, hingga hal itu pula yang membuat kita akhirnya sama-sama jengkel dan adepun akhirnya kesal dengan aa...dan aa terima koq konsekwensinya....
Mungkin satu kesalahan besar aa adalah setelah mendapat kepercayaan..... aa malah berbalik arah dan menyia-nyiakan kepercayaan itu, tapi masalah perasaan de....siapa yang bisa menutupi siapa yang bisa berbohong, sepandai-pandai tupai melompat pasti akan terjatuh juga kan....! tapi kini aa sadar semua itu salah, semua itu hanya tambah menyakitkan sehingga mungkin benar yang ade bilang kenapa aa suka menyakiti diri sendiri....
Kini aa mohon ridho atas semua perasaan yang aa punya, aa mohon maaf atas semuanya, aa mohon ade mau merelakan perasaan aa dan izinkanlah aa untuk memperoleh kepercayaan bahwa aa kini pengen berubah, aa pengen merubah rasa itu, aa pengen mengarahkan rasa itu ke yang lebih positif...
Selama kita pacaran dulu, banyak hal yang telah aa ambil hikmahnya dan aa harap begitupula adanya dengan ade...
Aa lebih bisa menyadari kekurangan aa, aa lebih bisa berfikir realistis dan yang tak kalah penting aa bisa menerima kenyataan yang ada...
Dulu aa pernah bilang, kalau Allah tidak memberi apa yang kita inginkan tapi Allah selalu memberi apa yang kita butuhkan, hanya saja sebagai manusia kita cenderung tidak pernah mensyukuri atas nikmat-nikmat yang diberikannya hingga Allah pun Marah pada kita...
Aa ga mau itu terjadi pada kita de....
Aa sangat bersyukur pada Allah, akhirnya kita bisa mengakhiri yang namanya pacaran, kita bisa mengakhiri cinta dan kebahagiaan semu itu, dan sejak itulah aa bertekad bahwa aa tidak akan pernah lagi menjalani hubungan yang namanya Pacaran, hubungan semu, kebahagiaan semu yang jelas-jelas hukumnya HARAM.
Aa bersyukur hubungan haram itu berakhir...
Seminggu terakhir aa merenung dan berfikir, apakah aa akan terus-terusan bermain dengan perasaan,...? tidak de, aa tidak mau terus-terusan didera perasaan ini... aa ingin hidup tenang, berfikir tenang, istirahat tenang, terlebih-lebih beribadah dengan tenang....
Kini aa mengalah de, aa pasrah sekarang apapun penilaian ade tentang aa, entah itu baik, buruk, lemah, kerdil dan sebagainya aa siap menerima semua itu...
Karenanya melalui catatan kecil ini aa sekalian mohon maaf atas semua perilaku aa pada ade, atas semua kekesalan yang aa buat, atas semua rasa sakit yang aa goreskan... aa mengalah dan aa pergi sekarang....
Cukup sudah rasanya air mata ini tertumpah, cukup sudah kepiluan hati ini menderu dan menyesakkan jiwa aa....
Aa sempat menyesal memang, kenapa aa harus menuliskan semua tentang hubungan kita didalam sebuah file dan menyuruh ade membacanya, padahal tak seharusnya ade tau tentang semua itu, seharusnya cukup aa dan Allahlah yang tau tentang itu.
Aa tidak mau, melalui tulisan itu aa terkesan mencari perhatian, mencari iba ataupun belas kasihan...aa tidak mau itu...
Aa pergi dan pamit ya de, maafkan semua yang telah aa perbuat, maafkan semua kata yang telah terucap....
Meski bagaimana kini aa akan terus berjalan, dan aa memang harus berjalan, aa masih harus berjuang untuk diri, keluarga bahkan terlebih untuk orang lain....
Kini adepun berjalanlah terus, temukan yang ade impikan dan ade cita-citakan....
Insya Allah kini aa lebih terbuka dalam memandang masalah, aa sudah relakan semua yang telah terjadi antara kita, aa sudah pasrahkan diri pada sang pencipta....
Aa ridho dengan semua yang ada....
Jazakallah ya de....
Kau buat diri ini lebih memahami
Kau buat diri ini lebih mandiri
Kau buat diri ini menemukan jati diri
Tak ada maksud bagiku untuk menyusahkanmu
Tak ada maskud bagiku untuk menyalahkanmu
Aku hanya ingin menjaga kesucian qalbuku
Aku hanya ingin memutus rantai syetan yang terus membelenggu
Afwan kalau ada yang salah
Afwan kalau telah membuatmu kesal dan dan susah
Afwan kalau telah menjadikanmu resah
Afwan kalau telah menjadikanmu gundah dan gelisah
Izinkan diri ini untuk berubah
Do’akan diri ini agar tetap Istiqomah
Meniti hari-hari dijalan dakwah...
Amin..
Itulah rangkaian puisi kecil aa, sudah sepatutnya aa mengucapkan banyak terima kasih.
Aa harap setelah ini, kita masih akan terus sama-sama menjalin komunikasi dan silaturrahmi, aa ingin sekali menjadi kaka terbaik untuk ade, menjadi teman curhat, diskusi tentang agama, sosial dan sebagainya...
Aa akan tunggu cerita-cerita indah dari ade, pengalaman ade, canda dan tawa ade bahkan tangisan ade sekalipun.... aa akan tunggu itu, pundak aa siap menopang semuanya...
Aa harap ade bersedia untuk itu semua...Kini mari sama-sama kita berlomba-lomba untuk terus berbuat baik dan mengukir prestasi....
Dan tentang tanggal 03 Juni 2010, Insya Allah aa akan ingat itu.... dan aa harap adepun ingat dengan tanggal itu... dan pada tanggal itu bukan berarti aa harus memperoleh jawaban iya lo ya... semuanya kembali kepada ade, aa ngerti koq perasaan memang tak dapat dipaksakan. Aa hanya ingin membuktikan kalau aa benar-benar serius sama ade, aa akan berusaha berfikir lebih realistis, insya Allah aa akan terus berusaha memperbaiki diri, ilmu, hati dan tak kalah penting memperbaiki ekonomi.
Yang terpenting sekarang, aa bener2 pengen ade percaya, aa pengen jadi bagian dari hidup ade, dalam artian sebagai teman, sebagai sahabat, saudara, ya....sejauh-jauhnya aa pengen jadi kaka yang baik...dan itupun kalau ade mau... kalau ga mau, ya...apa mau dikata? Aa pasrahkan pada yang Esa.
Sekali lagi aa pamit, aa mohon diri...
Jazakumullaha khoiran katsir...
Wassalamu’alaikum wr wb.
Comments