Pitstop, tentu istilah ini tak asing bagi kita terlebih bagi yang senang sekali dengan balapan Formula 1, Pitstop menjadi penting bagi para pembalap untuk berhenti sejenak mengganti ban mengisi bahan bakar dan kemudian melaju kembali untuk bertarung sampai titik finish. Pada saat pitstop seorang pembalap akan dibantu oleh Tim yang solid dan handal yang tau apa yang terbaik bagi kendaraan si pembalap agar mampu bertahan sampai putaran terakhir.
Begitupula dalam Kehidupan, sekali kali berhenti lah di area Pitstop. Jika diibaratkan, pitstop adalah tempat kita untuk berhenti untuk mengevaluasi diri dan menemukan langkah strategis untuk menghadirkan semangat baru dalam menjalani Kehidupan selanjutnya, di area Pitstop kita dapat rehat tetapi tetap fokus pada tujuan hidup, kita berhenti tapi tak terlena dengan segala yang kita miliki. Karena putaran hidup terus berjalan.
Tim Pitstop dalam Kehidupan bisa diibaratkan ialah Tim/rekan dan pelatih yang mampu terus menyemangati kita untuk terus tumbuh dia bisa jadi adalah orang tua, istri, anak anak, sahabat, dan yang Lainnya. Pilihlah Tim yang mampu membuat kita berkembang dan mampu mengoreksi dengan jujur kekuranangan diri kita. Bukan Tim yang hanya pura pura tapi malah membuat kita jalan ditempat atau malah terpuruk. Tim ini bisa pula adalah teman2 pergaulan kita, bukankah dengan siapa kita bergaul menentukan pola pikir dan hidup kita.
Mari tentukan kapan kita akan memasuki area Pitstop, segeralah karena arena balap Kehidupan terus berputar. Pilihannya hanya ada dua yaitu kita jadi pemenang atau jadi pecundang.
Saat berada di pitstop tentukanlah:
1. Evaluasi hasil perjalanan selama ini
2. Buatlah daftar hal hal apa saja yg selama ini berdampak positif bagi hidup kita dan mana yang sebaliknya.
3. Buatlah langkah strategis untuk melakukan perbaikan dalam Kehidupan selanjutnya
4. Pilihlah Tim yang mampu membuat berkembang, berteman dengan penjual minyak wangi akan membuat kita kecipratan wangi. Bukan berarti kita harus membatasi pertemanan dan sahabat tapi pilihlah yg mampu membuat kita merasa berkembang.
5. Carilah pelatih yg mumpuni, atau paling tidak carilah sparring partner yang mampu bersaing secara sehat.
Segera lakukan Pitstop untuk hidup yang berharga ini. Semoga manfaat.
@raswanabdullah
(Pitstop istilah yg saya ambil dari Pa Jamil Azzaini)
Comments