Skip to main content

SuksesMulia vs Terima dan Kasih

Dalam perjalanan dinas luar kota 3 Hari ini saya banyak belajar dari beberapa orang yang saya temui, pelajaran berharga untuk terus menapaki hidup selanjutnya.

Bagaimana saya dan kita semua untuk berfikir bahwa hidup bukan hanya tentang "AKU" tapi harus tentang "KITA". Bagaimana kita mengesampingkan ego pribadi. Bagaimana menjadikan diri bermanfaat untuk orang lain.

Saya rasa sekarang bukan zamanya hidup dengan pola Lu Gue, hidup acuh tak acuh, tak indah rasanya hidup ini jika seperti itu.

Tak inginkah kita menjalani hidup dengan lebih indah. Saat sakit begitu banyak orang yg mendoakan kesembuhan kita. Saat terkena musibah/kesedihan banyak sahabat yang menghibur kita. Saat kita mati begitu banyak saudara, sahabat, teman yang bersedih dan mengantarkan ke peristirahatan terakhir kita.

Masa Lu Gue End sudah berakhir, Hiduplah bukan hanya untuk Sukses dalam diri sendiri, tapi juga Sukses untuk keluarga, untuk orang orang yang anda Cinta, untuk lingkungan, terlebih untuk Bangsa dan Negara anda.

Guru saya Pa Jamil mengusung sebuah konsep hidup baru dalam kaitannya dengan kesuksesan, yaitu Sukses saja tak cukup tapi harus di barengi dengan Mulia. Sukses dan juga Mulia. SuksesMulia.

Satu hari dari seorang Ustadz kondang Negeri ini saya mengetahui sebuah istilah baru dari kata " Terimakasih " baik dari segi penulisan yang dipisah "Terima Kasih" maupun maknanya : Kalo udah nerima ya kudu ngasih" bukan terima simpen. Ini kan berbeda dengan yang selama ini saya maknai. Makna baru dari kata ini sangat sesuai dengan Ajaran Islam yang saya pegang bahwa ada hak orang lain dari setiap Rezeki yang kita terima.

@RaswanAbdullah

Comments

Popular posts from this blog

Anakku sakit

seminggu yang lalu istriku sakit ditambah 1 minggu lebih putriku sakit, dan 3 hari harus opname dirumah sakit, keceriaanya hilang, tak ada lagi suara tawa candanya yang tiap pagi selalu berkicau, gerak-geraknya pun melemah... namun demikian ada begitu banyak hikmah yang dapat kupetik saat sakitnya, selain sakit memang merupakan Takdir dari Alloh Azza Wajalla… PERTAMA, mungkin dari apa-apa yang dimakannya ada terdapat hal-hal yang haram/syubhat sumbernya, sehingga ini memberikan hikmah bagaimana agar aku lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk keperluan nafkah anak dan istri. KEDUA, mungkin dalam pemilihan bahan makanan dan air kami selaku ayah dan ibu tidak teliti dengan membeli air sembarang saja tanpa memperhatikan higienitas, kesehatan sehingga Alloh menegur dengan member sakit di pencernaanya. dari kejadian ini kami akan berhati-hati dan selektif memilihkan bahan makanan dan minuman untuknya. KETIGA, mungkin selama ini kami terlena kehadirannya yang ter...

Belajar dari mereka yang tepat.... (part 1)

Membaca dan mengagumi beberapa karyanya, membaca TL di twitterya sampai beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seminarnya... Ippho Santosa, saya banyak belajar dari dia tentang kesuksesan, tentang 7 keajaiban rejeki dan percepatan rejeki... dari seminarnya ada satu hal yang sangat berkesan bagi saya.. ternyata untuk sukses berbakti kepada orang tua adalah hal yang sangat pokok dan tak bisa ditawar, kalo impian dan kehendak kita sudah selaras dengan orang tua tentu semua akan dimudahkan. berkaiatan dengan hal ini saya mempunyai cerita dan pengalaman pribadi tentang bagaimana keridhoan orang tua itu sangat manjur.. Cerita pertama adalah ketika saya selesai menamatkan pendidikan Mts/SMP saat itu Ibunda menyarankan saya untuk masuk sekolah SMK/SMEA, tapi saya bersikeras untuk bersekolah di Madrasah Aliyah, tak berapa lama sayapun mendaftarkan diri dan berhasil masuk tanpa tes, masa orientasi siswa pun saya jalani, dihari ke empat masa orientasi mengharuskan semua siswa baru untuk berma...

Rio..oh pakde

Gue kangen lu...pak de.. Pakde...gue yang satu ini..sungguh luar biasa, super sabar uy.... orangnya..komting terbaik gue..neh... pendiam..tapi cool men... ga pernah marah...tapi sekali marah...wow...luar biasa.... ini foto pakde lagi nyantai pulang kuliah sama pas liburan dulu...