Dalam perjalanan dinas luar kota 3 Hari ini saya banyak belajar dari beberapa orang yang saya temui, pelajaran berharga untuk terus menapaki hidup selanjutnya.
Bagaimana saya dan kita semua untuk berfikir bahwa hidup bukan hanya tentang "AKU" tapi harus tentang "KITA". Bagaimana kita mengesampingkan ego pribadi. Bagaimana menjadikan diri bermanfaat untuk orang lain.
Saya rasa sekarang bukan zamanya hidup dengan pola Lu Gue, hidup acuh tak acuh, tak indah rasanya hidup ini jika seperti itu.
Tak inginkah kita menjalani hidup dengan lebih indah. Saat sakit begitu banyak orang yg mendoakan kesembuhan kita. Saat terkena musibah/kesedihan banyak sahabat yang menghibur kita. Saat kita mati begitu banyak saudara, sahabat, teman yang bersedih dan mengantarkan ke peristirahatan terakhir kita.
Masa Lu Gue End sudah berakhir, Hiduplah bukan hanya untuk Sukses dalam diri sendiri, tapi juga Sukses untuk keluarga, untuk orang orang yang anda Cinta, untuk lingkungan, terlebih untuk Bangsa dan Negara anda.
Guru saya Pa Jamil mengusung sebuah konsep hidup baru dalam kaitannya dengan kesuksesan, yaitu Sukses saja tak cukup tapi harus di barengi dengan Mulia. Sukses dan juga Mulia. SuksesMulia.
Satu hari dari seorang Ustadz kondang Negeri ini saya mengetahui sebuah istilah baru dari kata " Terimakasih " baik dari segi penulisan yang dipisah "Terima Kasih" maupun maknanya : Kalo udah nerima ya kudu ngasih" bukan terima simpen. Ini kan berbeda dengan yang selama ini saya maknai. Makna baru dari kata ini sangat sesuai dengan Ajaran Islam yang saya pegang bahwa ada hak orang lain dari setiap Rezeki yang kita terima.
@RaswanAbdullah
Comments