
Novel ini membuat saya begitu berdegup ketika membacanya, menggugah hati dan jiwa, menggugah Rohani membuat diri benar-benar merasa berdosa disisinya. Setelah A2C novel ini mengedepankan enterpreneur (kewirausahaan) dalam menapakai kehidupan.
Tokoh Khairul Azzam yang begitu pas digambarkan melalui goresan pena sang penulis, bagaimana Azzam harus rela mengorbankan kuliahnya untuk menghidupi adik-adiknya ditanah air, ditolak lamarannya karena dipandang tidak pas dan untuk bercermin tentang dirinya siapa? ya dirinya hanyalah penjual tempe. Namun tekad kuat membuat dia tetap bertahan.
Kesalihan dan Religius adalah tujuan utama untuk menggugah jiwa para pembacanya...
memang tak terasa saya mulai meneteskan air mata ketika membaca bagaimana perjuangan Azzam yang begitu keras, rasanya diri ini belum ada apa-apanya dibanding dengannya.
Semoga bisa meneladani...., meneladani sikap, jiwa, kepemimpinannya. Amin...
"Hamba kecil disisimu Ya Allah, Hamba Kotor, Bukalah Hidayahmu untuk diri yang penuh dosa dan maksiat ini"
Comments