Skip to main content

Halo-Halo Bandung

15 Juni 2008 (Halo….halo bandung)
Tak seperti biasanya, pagi itu aku bangun dan langsung mandi…aku mempersiapkan diri, meski dingin tetap kutahan, kudengar semua teman-temanku yang disebelah juga sudah mulai bangun. Tapi subuh itu Nampak rame sekali, betapa tidak…hanya gara-gara air…sedangkan jam 05.00 kami semua sudah harus sampe dikampus….

Perjalananpun terjadi, tak banyak yang kulakukan sepanjang perjalanan, hanya memandang sekeliling, kuperhatikan hijau persawahan yang terlewat, kebun teh yang indah, air sungai Nampak begitu jelas…pemandangan yang sangat jarang ditemui dikota besar apalagi di Jakarta. Dentingan gitar temen-temen dengan alunan lagu-lagu seadanya juga menghias perjalanan bis kami, tak kalah seorang lawak dadakan juga ada, Sihotang namanya…darinamanya aku tau di orang medan…kegelian saja yang dia buat sepanjang jalan….ada lucu, tawa, bahagia, sampai keselpun bercampur diperasaanku, lucu ketika memperhatikan guyonan temen-temen, apalagi ketika ada yang tidur…hemmmm sejurus kemudian pastilah yang tidur tersebut wajahnya sudah ada dikamera dan siap beredar di Was-was, Cek ricek, kiss, wow….seperti raja gossip aja ya… Keselku tak terlewat pula, ketika suara sihotang itu menukik ditelingaku….ribut sekali…

Sekitar dua jam lamanya, rombongan bis pun keluar tol cimahi, menuju kota cimahi dan sekitarnya, kuperhatikan diluar jendela kota ini juga nampaknya sibuk dengan aktivitas penduduk, dengan semangat kerja, dan tentu saja sibuk juga dengan polusi kendaraan. Tapi tentu tak separah Jakarta…bis yang kunaikipun terus melaju kedepan, memang supir Nampak santai sekali, hingga akhirnya kami tertinggal dari 3 bis didepan…dan Nyasar lah yang terjadi, tak disangka bis ini bisa nyasar segala, secara ini kan bis pariwisata seharusnya supir-supirnya sudah tau tempat-tempat wisata… mungkin isi kota cimahi sudah hampir semua kami putari, stasiun, mall cimahi, kodim, dsb… beberapa orang Nampak sibuk menghubungi dan bertanya-tanya kemanah arah yang kami tuju…ya Cisarua Lembang, hingga bis pun harus putar arah sebanyak 2 kali karena lagi-lagi salah jalan….

Dan kini bis itu sudah berada diturunan dan tanjakan bukit yang menjulang….sekitar 2 jam mungkin akhirnya kamipun sampai ditempat tujuan, aku perhatikan yang lain sudah menikmati jamuan sarapan, dan mau tak mau kami yang terlambat memperoleh sisa-sisa mereka yang sudah sedari tadi datang….

Oleh panitia peserta dibagi kedalam beberapa kelompok, dan aku dapet kelompok dari film serial kartun yang tentu taka sing bagi anak-anak…film kartu yang exis di Indosiar ini…apalagi kalo bukan dragon ball… kelompok inilah yang menyatukan aku dan teman-temanku, kelompok ini jualah yang mengantarku keperbukitan Cisarua lembang, menyaksikan indahnya alam, mengamati lekuk-lekuk indah bumi, melihat lukisan terindah, dengan udara yang segar meresap dalam pori-poriku, menyegarkan darahku rasanya, dengan kicauan burung yang berkicau, seolah alam bertasbih, angin bertahmid, batu-batu dan rerumputan berwirid memuja dan memuji betapa agung ciptaan sang Maha Esa, betapa indah Lukisan Allah…betapa Besar Kuasanya menciptakan itu semua untuk manusia.

Kunikmati suasana itu, kuhirup udara dalam-dalam, kualirkan keseluruh pembuluh darahku, kuhilangkan semua penat, kutatap sekelilingku, jauh dibawah disana Kota Bandung begitu indah, deretan bangunan berjajar rapi, tersusun terarah, seperti sudah ada yang merencanakan, dikejauhan juga Nampak tower-tower tinggi menjulang, semuanya berpadu.

Setelah melewati 2 pos, kini perjalanan berlanjut menelusuri hutan melewati jalan setapak, terus naik, dan sampai dibebatuan yang terjal, sebuah jalan hutan yang tak terawat. Dijalan terjal itulah lewat barisan berbaju coklat, dengan helm yang terpakai pada masa kolonia belanda dulu….deretan yang bertubuh Nampak sangat kurus-kurus seperti kurang gizi atau tak pernah dikasih makan, dengan membawa ransel dan senjata ditangannya….dari bajunya tertulis Siswa SEBA, yang sepengetahuanku adalah para siswa sekolah Bintara Polisi…para calon polisi rupanga, kuperhatikan wajahnya satu persatu, sepertinya sudah terlalu lelah, dan aku dapat merasakan ingin sekali mereka beristirahat, merebahkan badan, membasahi badan, tapi komando sang membina membuat mereka terus mengayuh langkah, dalam satu baris berjejer, ada lagu semangat yang meraka nyanyikan bersama dan sepertinya aku kenal dengan lagu tersebut, sebuah lagu yang dulu juga jadi penyemangat ketika aku mengikuti latihan PASKIBRA untuk mengibarkan bendera merah putih dihadapan Bupati dan Peserta yang lain.

Barisan itupun berlalu dan kini aku sampai dipos berikutnya, aku duduk bersampingan denngan beberapa rekanku, menikmati jajanan yang aku bawa dari rumah, tapi kue itu tak senikmat perutku, tak seenak perutku, perutku terasa mules sekali menahan rasa perih, dan sepertinya aku harus segera mengeluarkannya, angin dari tubuhkupun sudah keluar beberapa kali….tapi aku harus kemana mengeluarkan isi perut ini, tidak mungkin disemak-semak belukar, atau ditengah hutan seperti ini, aku terus menahan rasa sakit itu, hingga kegiatan dipos itu berakhir…. Kini aku mempercepat langkah, aku cemas, isi perutku seperti mau keluar semua, wah…bahaya kalo sampe keluar dicelana… ketika melihat ada rumah penduduk tak pikir panjang aku hampiri saja pemiliknya dan menanyakan apakah beliau memiliki kamar kecil….syukurlah ternyata ada…bergegas aku menuju arah yang ditunjukkan ibu muda tersebut, dan waduh…tak ada air disana…. Tak mau ambil resiko aku berpaling arah mencari sumber air….dan lega rasanya semua isi perutku rasanya sudah keluar…bebas….. Alhamdulillah…
sejak keuarnya isi perut itu, akupun mempercepat langkah menyusuri batu-batu terjal, aku sadari sudah jauh tertinggal dari rombongan....meski demikian masih ada yang tertinggal diblakang juga...biasa kumpulan orang-orang yang menamakan diri mereka panitia....
tiba disebuah tikungan aku terhenti, kebelokkan lankah, ada sebuah surau kecil, ku lepas sepatu cat..yang baru berusia seminggu.... kubuka keran...owh...air ini begitu dingin, sejuknya meresap ke pori-poriku.... kubasuh muka, kusyukurkan hati kehadirat Illahi Rabbi... semoga hatikupun akan bersih dari noda-noda, sebersih air ini membersihkan wajahku.
sekitar 30 menit kemudian aku sudah berkumpul bersama rombongan, tumpukan nasi bungkus itu pun aku ambil satu, kubuka kultekkan satu sendok sambal disampingnya, kutuang air teh digelas plastik dan kuposisikan diri bersama 3 sahabatku yang lain, kunikmati jamuan makan siang, kuteguk air teh itu...terasa lega... untuk kesekian kalinya Allah memberikan rizki yang tak ternilai... Syukur padamu ya Allah..
siang itu tak ada acara yang istimewa bagiku, mataku tersorot pada arena pacuan balap motor kecil, kuperhatikan beberapa rekanku tengah asik memacu gas, menggenggam rem dan meliuk-liuk dibelokkan... ehmm heboh juga.. yang bikin heboh adalah banyak diantaranya yang harus jungkir balik karena tak kuat menahan laju roda....
puas dengan segala hal yang disajikan, acara nampaknya harus dipotong.... dan tepat pukul lima bis-bis besar yang kami tumpangi sudah berderet di tol cipularang, siap menuju jakarta dan kembali kekampus tercinta, suasana macet dan padat tampak sekali.....
bis pun melaju, berbelok, dan terus melaju dan akhirnya sang supir pun memutar stir menginjak rem... pukul 07.30 an bis pun sampai didepan kampus tercinta... kami siap untuk kembali merajut cita-cita.

Comments

Popular posts from this blog

Anakku sakit

seminggu yang lalu istriku sakit ditambah 1 minggu lebih putriku sakit, dan 3 hari harus opname dirumah sakit, keceriaanya hilang, tak ada lagi suara tawa candanya yang tiap pagi selalu berkicau, gerak-geraknya pun melemah... namun demikian ada begitu banyak hikmah yang dapat kupetik saat sakitnya, selain sakit memang merupakan Takdir dari Alloh Azza Wajalla… PERTAMA, mungkin dari apa-apa yang dimakannya ada terdapat hal-hal yang haram/syubhat sumbernya, sehingga ini memberikan hikmah bagaimana agar aku lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk keperluan nafkah anak dan istri. KEDUA, mungkin dalam pemilihan bahan makanan dan air kami selaku ayah dan ibu tidak teliti dengan membeli air sembarang saja tanpa memperhatikan higienitas, kesehatan sehingga Alloh menegur dengan member sakit di pencernaanya. dari kejadian ini kami akan berhati-hati dan selektif memilihkan bahan makanan dan minuman untuknya. KETIGA, mungkin selama ini kami terlena kehadirannya yang ter...

Belajar dari mereka yang tepat.... (part 1)

Membaca dan mengagumi beberapa karyanya, membaca TL di twitterya sampai beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seminarnya... Ippho Santosa, saya banyak belajar dari dia tentang kesuksesan, tentang 7 keajaiban rejeki dan percepatan rejeki... dari seminarnya ada satu hal yang sangat berkesan bagi saya.. ternyata untuk sukses berbakti kepada orang tua adalah hal yang sangat pokok dan tak bisa ditawar, kalo impian dan kehendak kita sudah selaras dengan orang tua tentu semua akan dimudahkan. berkaiatan dengan hal ini saya mempunyai cerita dan pengalaman pribadi tentang bagaimana keridhoan orang tua itu sangat manjur.. Cerita pertama adalah ketika saya selesai menamatkan pendidikan Mts/SMP saat itu Ibunda menyarankan saya untuk masuk sekolah SMK/SMEA, tapi saya bersikeras untuk bersekolah di Madrasah Aliyah, tak berapa lama sayapun mendaftarkan diri dan berhasil masuk tanpa tes, masa orientasi siswa pun saya jalani, dihari ke empat masa orientasi mengharuskan semua siswa baru untuk berma...

Rio..oh pakde

Gue kangen lu...pak de.. Pakde...gue yang satu ini..sungguh luar biasa, super sabar uy.... orangnya..komting terbaik gue..neh... pendiam..tapi cool men... ga pernah marah...tapi sekali marah...wow...luar biasa.... ini foto pakde lagi nyantai pulang kuliah sama pas liburan dulu...