20 Juni 2008
hari ini usiaku bertambah satu tahun, yang berarti jatah hidupku didunia ini juga semakin berkurang, tak pernah tau kapan akan berakhir hidupku didunia ini, mungkin esok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau entah kapan.... ketika memikirkan tentang kematian atau jatah umur yang dimiliki tak ada seorangpun yang tau.... bagaimana sebenarnya memaknai umur harus berkaitan erat dengan bagaimana memaknai hidup.
hidup didunia yang hanya sementara, yang kata para motivator hidup adalah pilihan, dan dari pilihan itulah kita akan menjalani menemukan yang kita cari, ketika pilihan itu benar tentu hasilnya kan membuat hati ini senang, bangga, dsb... tapi apa yang terjadi jika pilihan itu menghasilkan sesuatu yang tidak kita inginkan.... oh...nestapa mungkin yang dirasa.
tapi bahagia dan nestapa hidup adalah berasal dari bagaimana kita memaknai hidup, mensyukuri semua yang diberikan Allah pada kita, dengan selalu melihat orang-orang yang keadaannya jauh dibawah kita adalah salah satu cara agar kita mampu bersyukur dengan apa yang kita punya.... sesekali kita lihat pengemis, anak jalanan, saudara kita yang cacat, dsb....
jika diperhatikan orang-orang yang cacat dan kekurangan nampaknya mereka lebih bersyukur daripada yang serba ada...., coba lihat dengan kekurangannya mereka berusaha sekuat tenaga, ihktiarnya maksimal...
usiaku terus bertambah, tapi apakah yang sudah kulakukan untuk diriku, ibu, keluarga, sahabat, kerabat, dan untuk orang-orang disekitarku... aku sadar bahwa masih NOL BESAR yang kuberikan buat mereka semua...
tepat jam 12.00 semalam hpqu berdering, entah siapa? dalam setengah sadar....aqu coba menebak suaranya.... oh Allah siapa tengah malam pekat seperti ini,
"aa pian ulang tahun..." suaranya
"apa...?" sahutku "iya ...pian ulang tahun, masa kada ingat" katanya...
"ingat...mada kadonya...? he..he...he..."
ada rasa senang dan bahagia menyelimuti seluruh perasanku, Alhamdulillah ternyata dia ingat tanggal berapa aku dilahirkan.... meski tanggal tersebut sebenarnya hanya sebuah formalitas untuk memasuki sekolah dasar dulu, 15 tahun yang lalu.... hemmmm maklumlah orangtuaku hanya orang pedesaan yang tak begitu mengurus yang namanya akta kelahiran, bagi mereka dianugerahi seorang anak adalah nikmat besar yang harus disyukuri.
sepanjang hari ditanggal 20 juni, tak banyak yang kulakukan selain kuliah mempersentasikan tugas akuntansi keuangan, dan sorenya aku melepaskan otot-otot dikolam renang kampus...hem... segar.....
semoga usiaku yang bertambah, bertambah pula kedewasaanku, bertambah pula semangatku dalam menuntut ilmu dunia dan mempersiapkan bekal untuk hidup dialam yang kekal abadi kelak.
hari ini usiaku bertambah satu tahun, yang berarti jatah hidupku didunia ini juga semakin berkurang, tak pernah tau kapan akan berakhir hidupku didunia ini, mungkin esok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau entah kapan.... ketika memikirkan tentang kematian atau jatah umur yang dimiliki tak ada seorangpun yang tau.... bagaimana sebenarnya memaknai umur harus berkaitan erat dengan bagaimana memaknai hidup.
hidup didunia yang hanya sementara, yang kata para motivator hidup adalah pilihan, dan dari pilihan itulah kita akan menjalani menemukan yang kita cari, ketika pilihan itu benar tentu hasilnya kan membuat hati ini senang, bangga, dsb... tapi apa yang terjadi jika pilihan itu menghasilkan sesuatu yang tidak kita inginkan.... oh...nestapa mungkin yang dirasa.
tapi bahagia dan nestapa hidup adalah berasal dari bagaimana kita memaknai hidup, mensyukuri semua yang diberikan Allah pada kita, dengan selalu melihat orang-orang yang keadaannya jauh dibawah kita adalah salah satu cara agar kita mampu bersyukur dengan apa yang kita punya.... sesekali kita lihat pengemis, anak jalanan, saudara kita yang cacat, dsb....
jika diperhatikan orang-orang yang cacat dan kekurangan nampaknya mereka lebih bersyukur daripada yang serba ada...., coba lihat dengan kekurangannya mereka berusaha sekuat tenaga, ihktiarnya maksimal...
usiaku terus bertambah, tapi apakah yang sudah kulakukan untuk diriku, ibu, keluarga, sahabat, kerabat, dan untuk orang-orang disekitarku... aku sadar bahwa masih NOL BESAR yang kuberikan buat mereka semua...
tepat jam 12.00 semalam hpqu berdering, entah siapa? dalam setengah sadar....aqu coba menebak suaranya.... oh Allah siapa tengah malam pekat seperti ini,
"aa pian ulang tahun..." suaranya
"apa...?" sahutku "iya ...pian ulang tahun, masa kada ingat" katanya...
"ingat...mada kadonya...? he..he...he..."
ada rasa senang dan bahagia menyelimuti seluruh perasanku, Alhamdulillah ternyata dia ingat tanggal berapa aku dilahirkan.... meski tanggal tersebut sebenarnya hanya sebuah formalitas untuk memasuki sekolah dasar dulu, 15 tahun yang lalu.... hemmmm maklumlah orangtuaku hanya orang pedesaan yang tak begitu mengurus yang namanya akta kelahiran, bagi mereka dianugerahi seorang anak adalah nikmat besar yang harus disyukuri.
sepanjang hari ditanggal 20 juni, tak banyak yang kulakukan selain kuliah mempersentasikan tugas akuntansi keuangan, dan sorenya aku melepaskan otot-otot dikolam renang kampus...hem... segar.....
semoga usiaku yang bertambah, bertambah pula kedewasaanku, bertambah pula semangatku dalam menuntut ilmu dunia dan mempersiapkan bekal untuk hidup dialam yang kekal abadi kelak.
Comments