Untuk ukhtiku dirumah
Assalamu’alaikum wr.wb
Aqu tulis surat ini dalam linangan airmata batin,
dalam linangan keresahan dalam linangan kebimbangan
Semua hal telah aqu jelaskan untuk meredam masalah yang terjadi.
Dan lihatlah kini ketika api cemburu membakarmu,
kita terbakar dalam panasnya,
seperti api yang melahap konstantinopel beberapa abad yang lalu.
Api cemburu itu juga telah merobohkan kekuatan yang selama ini susah payah kita bangun,
seperti bom molotof yang meruntuhkan hirosima dan Nagasaki setengah abad yang silam.
Cobalah lihat betapa meruginya kita
karena dibakar oleh api cemburu
yang jelas-jelas bukan membuat semunya jadi lebih baik,
tetapi menjadi hal yang sungguh diluar dugaan akal sehat.
Cemburu memang perlu,
sebagai bukti bahwa kita memiliki hati nurani dan rasa sayang.
Bahkan tanpa cemburu seorang manusia mungkin bisa dikatakan aneh….
Dalam sebuah buku yang pernah kubaca
dikatakan bahwa “cemburu yang baik adalah cemburu karena Allah SWT, cinta yang sejati adalah Cinta karena Allah SWT”
pertanyaannya sekarang, sudahkah kita seperti itu?
Cobalah kita ingat kembali….
detik detik perjalanan kita dari bulan September hingga kini.
Begitu banyak suka dan duka yang sudah kita rajut,
begitu banyak kata-kata yang telah kita sepakati,
sekarang akankah kita hancurkan sendiri hal tersebut,
akankah kita menjadi manusia yang tidak bisa memegang apa-apa yang sudah kita ucapkan,
akan kah kita menjadi manusia munafik karena kita mengingkari semua hal yang pernah kita ucapkan dan kita jadikan sebuah komitmen/sebuah janji.
Ukhtiku tentu masih ingat kan,
apa-apa saja yang pernah kita bicarakan dulu…..
cobalah ingat kembali,
dan apakah itu tidak cukup untuk membuat kita bisa saling percaya
dikala jauh seperti sekarang ini….
dan bahkan ukhtiku juga sering berkata kita harus bisa sabar,
ukhtiku pernah ngomong seperti ini “sabar, kalo orang sabar pasti kena nyaman akhirnya, iya lho…?” semoga ukhtiku masih ingat kata-kata tersebut…
nah sekarang buktikan dong,
kalo kita mampu bersabar,
hubungan kita sedang diuji,
saling percaya dan yakin kita sedang diuji….
Mampukah kita menghadapi ujian tersebut.
Mampu kita melewati masa menunggu ini dengan melewati ujian-ujian yang akan ada…
Hmmmm…menunggu, aq jadi ingat sederet syair yang populer ditahun 2005an:
Didalam sebuah cinta, terdapat bahasa
Yang mengalun indah, mengisi jiwa
Merindukan kisah kita berdua
Yang tak pernah bisa akan terlupa
Bila rindu ini, masih milikmu
Kuhadirkan sebuah Tanya untukmu
Harus berapa lama aku menunggumu
Aku menunggumu
Dst…..(crisye feat peterpan)
Ukhtiku, beberapa bulan yang lalu aku berangkat ke kota ini,
aku berangkat ke kota yang asing bagiku,
tahukah engkau saat itu…
aku pergi dengan sekian banyak harapan,
saat aqu berada jauh diketinggian,
dan aku melihat pada lekukan pulau kita, pulau Kalimantan…
dan dalam hati aku berkata “tunggu aa datang, aa pasti akan pulang”
berat langkahku saat itu terasa ringan dengan harapan yang kubawa…
Kini dalam perjalananku dikota orang ini,
Ukhtiku...Malam-malamku terasa panjang dengan air mata yang mengalir
Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera,
kutahan derita malam sambil menghitung bintang
Cinta membuat hati terasa terpotong-potong
Jika di sana ada bintang yang menghilang,
mataku berpendar mencari bintang yang datang
Kalau memang kau pilihkan aku,
tunggu sampai aku datang...
Ku awali hariku dengan tasbih,
tahmid dan shalawat
Dan mendo'akanmu agar kau selalu sehat, bahagia,dan mendapat yang terbaik dari-Nya
Aku tak pernah berharap, kau 'kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini
Hanya dengan rasa rinduku padamu,
kupertahankan hidup
Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu,
ada arti kutelusuri hidup ini
Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau 'tuk dikagumi
Akulah orang yang 'kan selalu mengagumi, mengawasi, menjaga dan mencintaimu
Kini aku bertanya padamu,
Apakah aku terlalu merayu
Ataukah aku manusia bodoh
Seperti dalam alunan lagu ada band ini:
Dahulu terasa indah
Tak ingin lupakan
Kemesraan selalu jadi
Satu kenangan manis
Tiada yang salah
Hanya aku manusia bodoh
Yang biarkan semua
Kini permainkanku
Berulang-ulang kali
Kucoba bertahan sekuat hati
Layaknya karang yang dihempas
Sang ombak
Jalani hidup dalam buai belakan
Jalani hidup tulus
Dalam takdir
Tak anyal tingkah lakumu
Buatku putus asa
Kadang akal sehat ini
Tak mampu membendungnya
Hanya kepedihan
Yang selalu datang menetawakanku
….(ada band)
Sore ini sebuah lagu indah dari negeri jiran menemaniku mengetik surat ini untukmu
…………………..semuanya tiada kulakukan
Tapi mengapa engkau tiada perduli
Mungkinkah semua ini harus terjadi
Padaku yang selalu menyayangi dirimu setulus hati
Biarlah rela aku mengalah
Demi untuk keutuhan kita
Kita berdua…..
…….
Kini ukhtiku,
Aku hanya bisa berharap padamu
Aku berharap
Kiranya kau bersedia untuk memperbaiki hubungan kita ini
Perjalanan kita masih panjang
Jalan berduri dan berkelok masih terbentang didepan
Mampukah kita melewatinya
Melewati semuanya dengan hati-hati
Karena kalo tidak
Duri itu akan menancap dikaki
Akan mengalirkan darah
Karena kalo tidak
Kelokan jalan itu akan memperosokkan kita
Mungkin kedalam jurang
Mungkin juga dalam batu-batu yang terjal
Yakinlah uhktiku
Disini aku setia
Aku pergi untuk mempersiapkan bekal
Bekal untuk masa tua nanti
Bekal untuk kita menapaki bahtera itu
Bahtera yang harus kokoh
Kokoh dengan ilmu
Kokoh denga keyakinan
Dan kokoh pula dengan keridhoan Nya.
Ukhtiku, deretan kata ini rasa tak bisa mewakili bahasa hatiku
Aku yang disini selalu cemas akan keberadaanmu
Baikkah engkau disana
Sehatkah engkau disana
Meskipun aku tak pernah berharap
Kau akan cemas padaku
Ukhtiku dalam enam bulan kedepan
Sederet jadwal sudah menghadangku
Jadwal kuliah, jadwal penelitian ke perusahaan
Jadwal membuat proyek akhir, jadwal kajian
Yang semuanya sungguh menyita waktuku
Mengurangi porsi tidur malamku
Aku dan teman-teman
Harus lebih serius menekuni penelitan
Karena waktu yang sangat mepet
Tak jarang karena itu
Kami harus rela berdiskusi sampai adzan subuh
Harus mengetik sampai ayam berkokoq
Tahukah engkau
Untuk siapa itu kami lakukan
Tentu untuk orang-orang yang kami cintai
Untuk ayah, bunda, kaka, adik
Dan tentu orang-orang yang spesial dihati kami
Dan bagiku engkaulah salah satunya
Karena jika itu tidak kami lakukan
Perkuliahan akan semakin panjang
Masa menunggu akan semakin lama
Kami semua margetkan awal desember
Ya…desember ini kami harus ikut wisuda
Ukhtiku…
Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil
Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan
dalam hidupPasrahkan inginmu sedalam qalbu,
pada tahajjud malammu
Bariskan harapmu sepenuh rindumu,
pada istikharah di shalat malammu
Pulanglah pada-Nya,
ke dalam pelukan-Nya
Jika memang kau tak sempat bertemu diriku,
sungguh...itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci
Dan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di jannah-Nya
Ukhtiku...Skenario Allah adalah skenario terbaik
Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita
Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang,
merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya
Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita
Ukhtiku….
Bukalah pintu hatimu
Redamlah api cemburumu
Aku tak mengatakan untuk memadamkannya
Aku hanya meminta redamlah cemburumu
Kumohon sokonganmu
Komohon do’amu untukku
Agar masa ini segera berakhir
Agar perjuanganku ini segera membuahkan hasil
Yang akan kita nikmati jua nanti akhirnya
Uhtiku
Aku disini untukmu
Setia menjaga dirimu dihatiku
Sudah saatnya tiba kita
Saling bicara
Tentang perasaan yang kian menyiksa
Tentang mimpi yang menggebu
Tentang cinta yang tak terungkap
Sudah terlaluKita berdiam
Tenggelam dalam gelisah Yang tak teredam
Memenuhi Mimpi malam kita
Duhai cintaku, sayangku lepaskanlah
Perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu
Dan kini hanya ada aku
Dan dirimu sesaat dikeabadian
Jika sang waktu bisa kita hentikan
Dan sekarnag mimpi jadi kenyataan
Meleburkan semua batas antra kau dan aku, kita
……………………
(aku dan rindumu : Ari Lasso feat BCL)
Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan selalu memujamu
Janganlah kau tinggalkan diriku
Tak akan mampu kuhadapi semua
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku
Kau begitu..sempurna
……………….(sempurna – Gita Gutawa/Andra the backbone)
Ya Allah...ringankanlah kerinduan yang menderakupanjatkan sepotong doa setiap waktu,
karena keinginan yang menyeruak di dalam diriku
Ya Allah...ampuni segala kekhilafan hamba yang hina iniringankan langkah kamiberi kami kekuatan dan kemampuantuk melengkapkan setengah dien ini,
mengikuti sunnah RasulMu
jangan biarkan hati-hati kamiterus berkelana tak perpenghujung
yang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatanyang telah Engkau berikan
Aamiin...
Wassalamu'alaikum Wr... Wb...
Penuh cinta selalu untuk selamanya…..
Raswan
Assalamu’alaikum wr.wb
Aqu tulis surat ini dalam linangan airmata batin,
dalam linangan keresahan dalam linangan kebimbangan
Semua hal telah aqu jelaskan untuk meredam masalah yang terjadi.
Dan lihatlah kini ketika api cemburu membakarmu,
kita terbakar dalam panasnya,
seperti api yang melahap konstantinopel beberapa abad yang lalu.
Api cemburu itu juga telah merobohkan kekuatan yang selama ini susah payah kita bangun,
seperti bom molotof yang meruntuhkan hirosima dan Nagasaki setengah abad yang silam.
Cobalah lihat betapa meruginya kita
karena dibakar oleh api cemburu
yang jelas-jelas bukan membuat semunya jadi lebih baik,
tetapi menjadi hal yang sungguh diluar dugaan akal sehat.
Cemburu memang perlu,
sebagai bukti bahwa kita memiliki hati nurani dan rasa sayang.
Bahkan tanpa cemburu seorang manusia mungkin bisa dikatakan aneh….
Dalam sebuah buku yang pernah kubaca
dikatakan bahwa “cemburu yang baik adalah cemburu karena Allah SWT, cinta yang sejati adalah Cinta karena Allah SWT”
pertanyaannya sekarang, sudahkah kita seperti itu?
Cobalah kita ingat kembali….
detik detik perjalanan kita dari bulan September hingga kini.
Begitu banyak suka dan duka yang sudah kita rajut,
begitu banyak kata-kata yang telah kita sepakati,
sekarang akankah kita hancurkan sendiri hal tersebut,
akankah kita menjadi manusia yang tidak bisa memegang apa-apa yang sudah kita ucapkan,
akan kah kita menjadi manusia munafik karena kita mengingkari semua hal yang pernah kita ucapkan dan kita jadikan sebuah komitmen/sebuah janji.
Ukhtiku tentu masih ingat kan,
apa-apa saja yang pernah kita bicarakan dulu…..
cobalah ingat kembali,
dan apakah itu tidak cukup untuk membuat kita bisa saling percaya
dikala jauh seperti sekarang ini….
dan bahkan ukhtiku juga sering berkata kita harus bisa sabar,
ukhtiku pernah ngomong seperti ini “sabar, kalo orang sabar pasti kena nyaman akhirnya, iya lho…?” semoga ukhtiku masih ingat kata-kata tersebut…
nah sekarang buktikan dong,
kalo kita mampu bersabar,
hubungan kita sedang diuji,
saling percaya dan yakin kita sedang diuji….
Mampukah kita menghadapi ujian tersebut.
Mampu kita melewati masa menunggu ini dengan melewati ujian-ujian yang akan ada…
Hmmmm…menunggu, aq jadi ingat sederet syair yang populer ditahun 2005an:
Didalam sebuah cinta, terdapat bahasa
Yang mengalun indah, mengisi jiwa
Merindukan kisah kita berdua
Yang tak pernah bisa akan terlupa
Bila rindu ini, masih milikmu
Kuhadirkan sebuah Tanya untukmu
Harus berapa lama aku menunggumu
Aku menunggumu
Dst…..(crisye feat peterpan)
Ukhtiku, beberapa bulan yang lalu aku berangkat ke kota ini,
aku berangkat ke kota yang asing bagiku,
tahukah engkau saat itu…
aku pergi dengan sekian banyak harapan,
saat aqu berada jauh diketinggian,
dan aku melihat pada lekukan pulau kita, pulau Kalimantan…
dan dalam hati aku berkata “tunggu aa datang, aa pasti akan pulang”
berat langkahku saat itu terasa ringan dengan harapan yang kubawa…
Kini dalam perjalananku dikota orang ini,
Ukhtiku...Malam-malamku terasa panjang dengan air mata yang mengalir
Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera,
kutahan derita malam sambil menghitung bintang
Cinta membuat hati terasa terpotong-potong
Jika di sana ada bintang yang menghilang,
mataku berpendar mencari bintang yang datang
Kalau memang kau pilihkan aku,
tunggu sampai aku datang...
Ku awali hariku dengan tasbih,
tahmid dan shalawat
Dan mendo'akanmu agar kau selalu sehat, bahagia,dan mendapat yang terbaik dari-Nya
Aku tak pernah berharap, kau 'kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini
Hanya dengan rasa rinduku padamu,
kupertahankan hidup
Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu,
ada arti kutelusuri hidup ini
Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau 'tuk dikagumi
Akulah orang yang 'kan selalu mengagumi, mengawasi, menjaga dan mencintaimu
Kini aku bertanya padamu,
Apakah aku terlalu merayu
Ataukah aku manusia bodoh
Seperti dalam alunan lagu ada band ini:
Dahulu terasa indah
Tak ingin lupakan
Kemesraan selalu jadi
Satu kenangan manis
Tiada yang salah
Hanya aku manusia bodoh
Yang biarkan semua
Kini permainkanku
Berulang-ulang kali
Kucoba bertahan sekuat hati
Layaknya karang yang dihempas
Sang ombak
Jalani hidup dalam buai belakan
Jalani hidup tulus
Dalam takdir
Tak anyal tingkah lakumu
Buatku putus asa
Kadang akal sehat ini
Tak mampu membendungnya
Hanya kepedihan
Yang selalu datang menetawakanku
….(ada band)
Sore ini sebuah lagu indah dari negeri jiran menemaniku mengetik surat ini untukmu
…………………..semuanya tiada kulakukan
Tapi mengapa engkau tiada perduli
Mungkinkah semua ini harus terjadi
Padaku yang selalu menyayangi dirimu setulus hati
Biarlah rela aku mengalah
Demi untuk keutuhan kita
Kita berdua…..
…….
Kini ukhtiku,
Aku hanya bisa berharap padamu
Aku berharap
Kiranya kau bersedia untuk memperbaiki hubungan kita ini
Perjalanan kita masih panjang
Jalan berduri dan berkelok masih terbentang didepan
Mampukah kita melewatinya
Melewati semuanya dengan hati-hati
Karena kalo tidak
Duri itu akan menancap dikaki
Akan mengalirkan darah
Karena kalo tidak
Kelokan jalan itu akan memperosokkan kita
Mungkin kedalam jurang
Mungkin juga dalam batu-batu yang terjal
Yakinlah uhktiku
Disini aku setia
Aku pergi untuk mempersiapkan bekal
Bekal untuk masa tua nanti
Bekal untuk kita menapaki bahtera itu
Bahtera yang harus kokoh
Kokoh dengan ilmu
Kokoh denga keyakinan
Dan kokoh pula dengan keridhoan Nya.
Ukhtiku, deretan kata ini rasa tak bisa mewakili bahasa hatiku
Aku yang disini selalu cemas akan keberadaanmu
Baikkah engkau disana
Sehatkah engkau disana
Meskipun aku tak pernah berharap
Kau akan cemas padaku
Ukhtiku dalam enam bulan kedepan
Sederet jadwal sudah menghadangku
Jadwal kuliah, jadwal penelitian ke perusahaan
Jadwal membuat proyek akhir, jadwal kajian
Yang semuanya sungguh menyita waktuku
Mengurangi porsi tidur malamku
Aku dan teman-teman
Harus lebih serius menekuni penelitan
Karena waktu yang sangat mepet
Tak jarang karena itu
Kami harus rela berdiskusi sampai adzan subuh
Harus mengetik sampai ayam berkokoq
Tahukah engkau
Untuk siapa itu kami lakukan
Tentu untuk orang-orang yang kami cintai
Untuk ayah, bunda, kaka, adik
Dan tentu orang-orang yang spesial dihati kami
Dan bagiku engkaulah salah satunya
Karena jika itu tidak kami lakukan
Perkuliahan akan semakin panjang
Masa menunggu akan semakin lama
Kami semua margetkan awal desember
Ya…desember ini kami harus ikut wisuda
Ukhtiku…
Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil
Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan
dalam hidupPasrahkan inginmu sedalam qalbu,
pada tahajjud malammu
Bariskan harapmu sepenuh rindumu,
pada istikharah di shalat malammu
Pulanglah pada-Nya,
ke dalam pelukan-Nya
Jika memang kau tak sempat bertemu diriku,
sungguh...itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci
Dan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di jannah-Nya
Ukhtiku...Skenario Allah adalah skenario terbaik
Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita
Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang,
merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya
Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita
Ukhtiku….
Bukalah pintu hatimu
Redamlah api cemburumu
Aku tak mengatakan untuk memadamkannya
Aku hanya meminta redamlah cemburumu
Kumohon sokonganmu
Komohon do’amu untukku
Agar masa ini segera berakhir
Agar perjuanganku ini segera membuahkan hasil
Yang akan kita nikmati jua nanti akhirnya
Uhtiku
Aku disini untukmu
Setia menjaga dirimu dihatiku
Sudah saatnya tiba kita
Saling bicara
Tentang perasaan yang kian menyiksa
Tentang mimpi yang menggebu
Tentang cinta yang tak terungkap
Sudah terlaluKita berdiam
Tenggelam dalam gelisah Yang tak teredam
Memenuhi Mimpi malam kita
Duhai cintaku, sayangku lepaskanlah
Perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu
Dan kini hanya ada aku
Dan dirimu sesaat dikeabadian
Jika sang waktu bisa kita hentikan
Dan sekarnag mimpi jadi kenyataan
Meleburkan semua batas antra kau dan aku, kita
……………………
(aku dan rindumu : Ari Lasso feat BCL)
Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan selalu memujamu
Janganlah kau tinggalkan diriku
Tak akan mampu kuhadapi semua
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku
Kau begitu..sempurna
……………….(sempurna – Gita Gutawa/Andra the backbone)
Ya Allah...ringankanlah kerinduan yang menderakupanjatkan sepotong doa setiap waktu,
karena keinginan yang menyeruak di dalam diriku
Ya Allah...ampuni segala kekhilafan hamba yang hina iniringankan langkah kamiberi kami kekuatan dan kemampuantuk melengkapkan setengah dien ini,
mengikuti sunnah RasulMu
jangan biarkan hati-hati kamiterus berkelana tak perpenghujung
yang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatanyang telah Engkau berikan
Aamiin...
Wassalamu'alaikum Wr... Wb...
Penuh cinta selalu untuk selamanya…..
Raswan
Comments