Ketika Gerimis tak mampu meluluhkan panas
Seketika Dinginpun merangkak perlahan
Merembet dalam dinding-dinding jiwa
Menyusup jauh kerolong dada
Meski Ada bidadari kecil yang membuat indah
Untuk Menyulam bunga-bungan kedamaian
Menyulam diantara rind-rindu yang mencekam
Tapi lihatlah ketika Asa semakin terpendam
Ketika Asa semakin menggejolak
Bak Menari indah diatas luka yang menganga
Bak tersiram air cuka
Luka itupun semakin parah
Semakin perih, semakin membuat takut
Membuat takut jiwa-jiwa kebohongan
Jiwa-jiwa yang biasa bersilat kata
Bermuka dua, melipat tangan
Jiwa yang selama ini telah penuh dengan gelak tawa
Dengan kata dan omong kosong
Dengan cibiran dan kesombongan
Jiwa itupun kini rapuh
Dikala sendiri, jiwa itupun berteriak
Meraung, menggelegar menarik suara alam
Menyesalkah jiwa itu…..
Atau hanya kepura-puraan untuk kesekian kalinya…
Jiwaku sendiri merasa muak dengan jiwa itu
Jiwaku tak mau ambil alih atas apa yang terjadi
Jiwaku tak mau bersimpati
Karena jiwa itu sudah sekian kali berulang dan terus berulang
Dan jiwaku berkata, jiwa itu tak akan berhenti dengan perulangan itu
Sawangan, 11 Juni 2008
Seketika Dinginpun merangkak perlahan
Merembet dalam dinding-dinding jiwa
Menyusup jauh kerolong dada
Meski Ada bidadari kecil yang membuat indah
Untuk Menyulam bunga-bungan kedamaian
Menyulam diantara rind-rindu yang mencekam
Tapi lihatlah ketika Asa semakin terpendam
Ketika Asa semakin menggejolak
Bak Menari indah diatas luka yang menganga
Bak tersiram air cuka
Luka itupun semakin parah
Semakin perih, semakin membuat takut
Membuat takut jiwa-jiwa kebohongan
Jiwa-jiwa yang biasa bersilat kata
Bermuka dua, melipat tangan
Jiwa yang selama ini telah penuh dengan gelak tawa
Dengan kata dan omong kosong
Dengan cibiran dan kesombongan
Jiwa itupun kini rapuh
Dikala sendiri, jiwa itupun berteriak
Meraung, menggelegar menarik suara alam
Menyesalkah jiwa itu…..
Atau hanya kepura-puraan untuk kesekian kalinya…
Jiwaku sendiri merasa muak dengan jiwa itu
Jiwaku tak mau ambil alih atas apa yang terjadi
Jiwaku tak mau bersimpati
Karena jiwa itu sudah sekian kali berulang dan terus berulang
Dan jiwaku berkata, jiwa itu tak akan berhenti dengan perulangan itu
Sawangan, 11 Juni 2008
Comments