Skip to main content

Selasa, 10 Juni 2008

Sudah empat hari aku tidak mengisi blog ini… oh betapa banyak hal yang terjadi dalam beberapa hari ini….cerita ini aqu mulai saja di jum’at pagi…. Pagi itu dengan semangatnya aqu beranjak dari peraduan sekitar pukul 04.30 dan segera saja aqu mandi dan kemesjid untuk menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslim….. sesaat kemudian aqu sudah berada tepat didepan laptop kecil ini….aqu mengecek pekerjaan yang kubuat semalam hampir sampe pukul 01 pagi…. Ya pekerjaan yang hari ini akan aku persentasikan sebagai nilai akhir mata kuliah VB… oh..VB… sungguh engkau menjadi sahabatku…. Tak berapa lama semua pun rampung….meski program yang ku buat biasa saja….namun….harus ada sesuatu yang baru… ya…aqu membuat sebuah laporan sederhana menggunakan data environment… setengah jam setelahnya pekerjaan itupun selesai…

Setengah jam kemudian aqu sudah berlari bersama 4 sahabatku yang lain…. Menuju dentuman musik R and B yang dipandu seorang instruktur…. Ya..tanpa basa basi kutirukan gerakan langkah, maju kiri kanan dan seterusnya layanyak robot yang dibuat-buat….

Sejurus kemudian gerakan-gerakan itupun selesai, semangkuk bubur beras merah telah mengalir ditenggorokanku….tapi sayang tanpa air sebagai pendorong….ibarat siang tanpa malam…ibarat kumbang tanpa bunga, ibarat pohon tanpa daun… huh…tenggorokan ini rasanya….nyesek sekali… huh…daripada menyiksa diri…segera aqu berlari pulang…tanpa pikir…apapun….rasa manis yang lengket itu masih saja tak henti-hentinya bertengger ditenggorokan ini.
Syukurlah air aqua disudut kamar itu masih ada….aqu tenggak saja…..
Pukul 09.30 aqu sudah memarkir sepeda butut biru itu didepan gedung, disebuah tempat parkir…sepeda butut yang kubeli 2 bulan yang lalu seharga 100 ribu rupiah…sepeda yang sempat menghilang beberapa hari….. sakit hati rasanya ketika suatu hari aku melihatnya parkir sendiri disebuah tanah lapang…. Seperti terlantar tak ada pemiliknya…. Oh tuhan siapa yang memperlakukannya seperti itu…. Bergegas aku ambil saja..dan aku bawa pulang…oh sepedaku yang malang…
Kini dosen itupun sudah memasuki ruangan, satu persatu temen-temenku mulai dipanggil, dengan penuh PD ketika namaku dipanggil aku pun melangkah…memasang kabel… menampilkannya dilayar LCD… sederet kata pembuka aqu ucapkan untuk memulai persentasi hasil tugasku… entah kenapa tubuhku bergetar, tak biasanya darah terasa mengalir lebih deras, keringat dingin rasanya hendak keluar…. Setelah aqu jalankan program, form pertama aku berhasil dengan sempurna, tapi tak disangka ketika mulai ke form berikutnya…. Ada dialog box yang pasti dibenci setiap programmer yang membuat program, kata yang kata temen-temen disebut “don’t send”…. Seketika kegugupanku mengalir deras… kucoba sekali lagi..ternyata hasilnya sama…. Ya…Allah apa yang terjadi…desisku… aku coba restart laptop dan hasilnyapun sama…dengan kecewa akupun melepas kabel kabel yang menempel…aku kembali ketempat duduk… masih penasaran dengan apa yang terjadi…..aqu lanjutkan jari tanganku untuk bolak balik mengklik mouse…. Tepat disampingku ada beberapa orang temenku yang menyarankan untuk install ulang… ya…aqu turuti saja…. Dan setelah tiga kali install ulang hasilnyapun tak berubah….

Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30an dan waktu sholat dzuhur, kegelisahanku masih bertumpuk, sementara teman-teman sudah satu persatu meniggalkan ruanganku…. Menyadari waktu sholat semakin dekat…..aqupun tinggalkan ruangan, kembali mengayuh sepeda butut….dan berharap semoga saat setelah sholat jum’at berakhir masalah ini akan beres… sholatkupun Nampak tak khusyuk…bergegas aku keluar dari mesjid ketika sang imam sudah menyelesaikan tugasnya….
Kukayuh langkah mencari sesuap nasi, walau bagaimanapun aku harus segera mengisi perut….takut terjadi apa-apa…daripada mengobati lebih baik mencegah kan……. Akhirnya tak berapa lama aku makan siang…..dan kini aku sudah berada diruang ujian…..dan ternyata aku terlambat….wajar karena tadi aku harus berputar menuju ruang sekretariat…………………………..
Kulihat satu persatu tayangan dilayar…sepertinya hanya aku yang mengalami masalah buruk ini……oh Tuhan…. Tanpa fikir apa yang terjadi…tanpa perduli siapa yang berada disekelilingku aku coba menginstal ulang VB untuk kesekian kalinya….dan…dan disela-sela itulah kejadian terjadi, rasa sakit hati seseorang telah aqu gores…. Entah apa bisa-bisanya aqu berucap suatu kata yang tak terbayang sebelumnya… padahal niatnya baik hanya berkata “Gimana udah bisa?.....”
“belum …. KENAPA? Seneng ya melihat saya seperti ini…..”
“Astagfirullah…saya ga pernah berfikir seperti itu…..” imbuhnya…
Seketika wajah cerianya pun berubah menjadi gelap, suram, laksana langit yang tertutup kabut gelap…. Rupanya suatu kata yang tajam telah menusuk hatinya, sembilu tajam telah menyayat dan mengiris daging inti manusia…itulah hati….. rasa bersalah pun seketika merasuk kekalbuku, ada hal menggumpal pula dalam hatiku…meski seketika itu pula aku langsung beranjak dan berkata “bi…maaf…saya hanya bercanda….sekarang vbnya udah bisa…”…. “Alhamdulillah….” Sahutnya…. Dan benar saja setelah itu VBku dapat beroperasi dengan baik…dan dapat kupersentasikan dengan baik…meski sempat dinilai biasa-biasa saja oleh dosen..tapi apakah dosen tidak tau..bahwa ada sesuatu yang baru yang aku buat…akhirnya dengan sedikit kecewa terhadap dosen akupun lunglai mengakhiri persentasi…dan langsung saja aku mengambil tempat dipojok belakang…
Berhasil dan bagusnya program yang kubuat tapi tak sebagus hasil hubunganku dengan sesama hari ini, ada orang yang sakit hati, ada orang yang terluka dan akankah ini termaafkan….hanya deretan kata itu saja yang kuingat sepanjang perjalanan pulang….
Sesampai dikostan, aku niatkan diri hari ini aqu akan pulang ke tangerang, aku harus mengantar kado perkawinan Mba Ida saudaraku yang akan nikah minggu 08 Juni 2008… dengan didampingi Asep tubuhku kini sudah berada diatas bis parung-tangerang, lelah kantuk menyerangku…sementara diluar sana nyala lampu sudah berjajar, menghias indahnya malam, rintik hujan turun menyiram memberikan kedinginan pada bumi yang seharian panas oleh terik mentari…. Dalam perjalanan pikirankupun tak tenang…..rasa bersalah itu muncul lagi…gugup pun mulai menyusup kehati…bayang dosa masa lalu kembali melintas… ada bayangan bahwa aku akan diusir, akan dicaci begitu sampai dirumah itu…
Ketika sang supir menginjak pedal rem dan berhenti tepat disebuah plaza…aku turunkan kaki…kuayun dengan ragu…kumasuki sebuah gang…. Meski agak lupa….entah diujung mana rumahnya… perasaanku semakin kacau…kegalauan mulai terasa, gemetar tubuhkupun terasa…entah karena gugup atau karena bersalah…
“Assalamu’alaikum….” Dan tok tok tok… aku ketuk pintu dan ucap salam… ya… degup jantungku semakin kencang…. Ada sesuatu yang aneh didalam sana…. “lantai rumah ini agak berubah, tampak lebih licin dari setahun yang lalu…” gumamku dalam hati…
Tak ada jawaban dari dalam, aku coba ulangi menyampaikan salam dan ketok pintu…lagi-lagi tak ada jawaban….
“Orangnya pada ga ada de….” Tiba seorang wanita setengah tua mengejutkanku…
“oh ya…kemana ya bu…?” tanyaku
“tadi sore, udah pada pulang ke desa”
“oh….kalo a adenya ?” sambungku, Ade adalah nama kaka tertua dari saudara-saudaraku
“sama, semuanya udah pergi” sahut ibu itu…
“ya udah bu kalo gitu, oh ya bu…saya boleh nitip ga… “
“boleh…boleh…”
“tolong sampaikan bingkisan ini buat mba ida, sampaikan saja dari saudaranya yang didepok, dari Kalimantan” jelasku…
“oh..iya deh…kasian jauh-jauh ga ketemu..” sahut sang ibu
“ga pa-pa..bu… saya pamit bu… Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikumsalam”

Dengan kekecewaan yang terlintas aku dan Aseppun merajut langkah melewati sela-sela gang…menyebrangi kerumunan dan deretan lampu yang berada dibawah kemudi orang-orang yang berada dibelakang setir… hiruk pikuk kota besar sampe semalam itu pun masih hangat terasa…
“kemana nih sep…”
“terserah kemana aja deh…”
Ga mungkin langsung pulang, masa baru datang langsung pulang lagi… akhirnya kuturutkan langkah, dua sahabat inipun kini berada disebuah perbelanjaan, hanya berkeliling seseaat…huh…sepi, dua sahabat inipun berlari diguyuran hujan….rentetan hujan diikuti angin yang kencang..membuat orang enggan dan ciut nyali berada diluar rumah..

Kini WTC Bsd Serpong berada dalam pijakan keduanya, aqu dan asep terus melaju…meski agak basah akibat hujan tadi… dengan PDnya aku dan asep masuk ke Mall besar itu….
Tidak banyak yang dilakukan, sesaat kemudian aku berada di sebuah hypermart, sesaat aku berada di ATM, sesaat kemudian aku berada dibelakang kursi makan menikmati makan malam dgn menu nasi ayam jamur…hum…nikmat luar biasa, dan sesaat kemudian aku sudah berada di Toko Buku…aku perhatikan deretan buku berjajar rapi…satu persatu kuamati, mulai dari best seller sampai yang jadul sekalipun, aku harus dapat buku bagus…. Aku ingat pesanan desy seminggu yang lalu dia pesan tiga novel karangan Taufiqurrahman Al-Ajizy, tapi tak ada…aku sendiri sudah menamatkan satu novel karyanya yang berjudul “Kitab Cinta Yusuf dan Zulaikha” dilain waktu pasti aku ceritakan gimana serunya novel tersebut.
Tanganku pun kini menari disudut deretan buku bahasa program, aku mencari buku yang menunjang Proyek Akhir Nanti…dan setelah sekian menit…pandangankupun terhenti, aku raih sebuah buku biru..berjudul “Sistem Penjualan Service/Spare Part dengan VB.6 dan My Sql” “nah..inikan sesuai banget dengan judul Proyekku nanti…” gumamku, tapi sayang bukunya tinggal satu, lusuh pula, hemmmm ambil ga ya…. “ambil ajalah daripada nanti ga nemu lagi, jarang-jarang kan…” selain buku tersebut mata dan jariku pun memilih buku desain blog… maklum aku sedang serius mengelola blog. Sementara keinginan menulis juga sudah sejak lama terpendam….moga dengan blog ini dapat sebagai sarana aku mengaplikasikan semua karya tulisanku…cerpen, puisi, diary, novel bahkan kisah perjalanan hidupku sendiri.

Sebuah ATM aku keluarkan untuk membayar belanjaanku….dan tubuh inipun akhirnya berlalu dan menaiki mengikuti roda tangga yang berputar menuju lantai berikutnya, uang 20.000 aku keluarkan, aku serahkan kepada kasir tua yang agak cuek itu, tahukah kaliah dimana aku sekarang… sebuah tulisan “Mengaku Rasul” menarik minatku dan asep…untuk melihat bagaimana sebenarnya film ini…. Tiket itupun tercarik menjadi dua bagian satu untukku dan satunya untuk sang kasir yang…ehm..lumayan cantik….he…he..he…

Sebelumnya diluar sana ada sepasang muda-mudi yang nampaknya sedang putus cinta..ha..ha…aku dapat mendengar pasti dari kata-kata yang terucap, dan gerak-gerik tubuhnya…tapi entahlah mungkin itu hanya prasangkaku saja…. Aku tak mau peduli, dan tak mau ambil pusing… dan beberapa saat sebelum itupun aku menerima SMS dari seorang sahabat nun jauh dikostan….”Ass. akhi antum bersedia ga menjadi pengurus perpustakaan, sebagai koordinator” tapi…tanganku tak kuasa untuk membalasnya…pulsaku tinggal beberapa peser saja, tak cukup walau hanya ntuk satu sms… nantilah sampai rumah baru aku jelaskan semuanya… aku sih ga keberatan, mungkin inilah salah satu caraku mengabdi untuk umat.

Kini aku terpaku didepan sebuah layar besar, dengan suara yang menggelegar mengisi seluruh ruangan… aku terpaku menyaksikan acting manusia-manusia itu… sebuah fenomena masyarakat yang diangkat kelayar lebar…hatiku miris menyaksikan tokoh yang memerankan diri sebagai Rasulullah… aku semakin tercengang ketika menyaksikan ulahnya yang diluar kemanusiaan, ketika mendengarkan khutbah-khutbahnya yang sungguh sangat menyesatkan…. Batinku berdesir, semantara dialog dialog film itupun tak henti-hentinya menghujam seantero ruangan. Ya Allah inikah fenomena yang terjadi dimasyarakat saat ini, hawa nafsu telah membuat segalanya berubah, bahkan dalam beribadah dan meyakini Allah SWT. Cukuplah hanya difilm itu saja itu terjadi, semoga tidak ada dalam kenyataanya.

Tepat pukul 11.00 aku mengeluarkan tubuh ini dari ruangan yang dingin itu, tak tertahan lagi rasanya aku ingin mengeluarkan deretan air yang sudah menumpuk dikantung kemih ini… suasana sudah hening ketika aku dan asep berada ditepi jalan, sebagian orang mungkin tengah berada dimimpi indahnya, sebagian mungkin tengah menunaikan kewajibannya, menyemai benih benih cinta, tetapi lihatlah sebagian yang lain masih ada yang terja, masih ada yang harus berlari, masih ada yang menangis, dan masih ada yang terisak…. Kulewati jalan pulang dengan hantaran angkot-angkot… udara semakin dingin, malam sudah mulai menunjukkan sifatnya, gelap, mencekam, bisu. Hujan telah membuat suasana semakin dingin menusuk tulang, tanah kembali telah tersirami cinta, tumbuhan telah hilang dahaganya, angin malam pun mengalir mengucapkan syukurnya pada Sang Pencipta…. Sementara aku sendiripun kini telah berada didepan kostan, baiti jannati, rumah saksi lelap dan sadarku.. lelah badan rasanya, tapi tak kuasa rasanya jika harus terus membanting tubuh…ketika beberapa temen sekelasku masih terjaga mengerjakan tugas untuk ujian besok… aku pun menghela nafas menghampiri mereka dan sedikit berucap… tapi tak lama ucapan-ucapan bibir ini… aku dapati seseorang yang tadi siang telah terluka hatinya karenaku, tak tahan rasanya aku berlama-lama disitu.. beruntung tak lama kawanan itupun bubar…dan akupun kembali menghadap kasur yang empuk, tanpa terfikir olehku berganti pakaian, aku membantingkan badan dan malam indahpun mengantarkanku dalam mimpi yang indah.


Sabtu, 07 Juni 2008

Peraduan empuk aku tinggalkan, lemas tubuh kuajak bangkit, kuguyur tubuh ini dengan nikmatnya, kubasuh jiwa ini denga nikmatnya, kututup tubuh inipun dengan nikmatnya, kuayunkan langkahpun karena izinnya, aku berada disebuah ruang dengan deretan komputer dialasi karpet indah, diterangi lampu putih yang bersihpun karena nikmatnya.

Meski mata ini masih terasa berat menahan kantuk, aku coba menghargai teman-temanku yang hari ini mempresentasikan hasil kerja susah payah mereka, bahkan mungkin ada yang semaleman tidak tidur olehnya. Padahal memang benar kata sang dosen, tugas ini sudah hampir satu bulan diberikan…. Inilah kebiasaan para Mahasiswa suka menunda, disaat sang dosen menderetkan kata-katanya aku teringat ucapan seseorang dimesjid dua malam yang lalu
“kalo kepepet baru kita kreatif”
“aqu ga setuju” sahutku sahutku
Tapi melihat kenyataan sekarang, nampaknya memang benar….semua orang dapat luar biasa kreatifnya ketika sudah terdesak…contohnya saja saat kuliah VB ini..
By the way meski demikian paling tidak inilah yang menuntut semua orang dapat bekerja lebih cepat…he…he…he….

Comments

Ayah Aceh said…
Entah berapa lama dan berapa jauh lagi kita harus berjalan,,, Kita tidak akan pernah tau untuk itu ....
Hidup adalah perjalanan.
Perjalan dari satu persimpangan ke persimpangan lain..


dan yang terpenting bukan jalan mana yang harus kita pilih kembali saat tiba di persimpangan, tetapi bagaimana berjalan di Jalan yang kita pilih tersebut.

Akan ada dua kemungkinan yang terjadi didalam berjalan...
Berjalan sambil menunggu waktu, dan Berjalan mengejar waktu...
Jalan Apa yang akan kamu pilih!!
Bagaimana kamu berjalan!!
Raswan said…
yang terpenting tetap semangat ya....

Popular posts from this blog

Anakku sakit

seminggu yang lalu istriku sakit ditambah 1 minggu lebih putriku sakit, dan 3 hari harus opname dirumah sakit, keceriaanya hilang, tak ada lagi suara tawa candanya yang tiap pagi selalu berkicau, gerak-geraknya pun melemah... namun demikian ada begitu banyak hikmah yang dapat kupetik saat sakitnya, selain sakit memang merupakan Takdir dari Alloh Azza Wajalla… PERTAMA, mungkin dari apa-apa yang dimakannya ada terdapat hal-hal yang haram/syubhat sumbernya, sehingga ini memberikan hikmah bagaimana agar aku lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk keperluan nafkah anak dan istri. KEDUA, mungkin dalam pemilihan bahan makanan dan air kami selaku ayah dan ibu tidak teliti dengan membeli air sembarang saja tanpa memperhatikan higienitas, kesehatan sehingga Alloh menegur dengan member sakit di pencernaanya. dari kejadian ini kami akan berhati-hati dan selektif memilihkan bahan makanan dan minuman untuknya. KETIGA, mungkin selama ini kami terlena kehadirannya yang ter...

Belajar dari mereka yang tepat.... (part 1)

Membaca dan mengagumi beberapa karyanya, membaca TL di twitterya sampai beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seminarnya... Ippho Santosa, saya banyak belajar dari dia tentang kesuksesan, tentang 7 keajaiban rejeki dan percepatan rejeki... dari seminarnya ada satu hal yang sangat berkesan bagi saya.. ternyata untuk sukses berbakti kepada orang tua adalah hal yang sangat pokok dan tak bisa ditawar, kalo impian dan kehendak kita sudah selaras dengan orang tua tentu semua akan dimudahkan. berkaiatan dengan hal ini saya mempunyai cerita dan pengalaman pribadi tentang bagaimana keridhoan orang tua itu sangat manjur.. Cerita pertama adalah ketika saya selesai menamatkan pendidikan Mts/SMP saat itu Ibunda menyarankan saya untuk masuk sekolah SMK/SMEA, tapi saya bersikeras untuk bersekolah di Madrasah Aliyah, tak berapa lama sayapun mendaftarkan diri dan berhasil masuk tanpa tes, masa orientasi siswa pun saya jalani, dihari ke empat masa orientasi mengharuskan semua siswa baru untuk berma...

Rio..oh pakde

Gue kangen lu...pak de.. Pakde...gue yang satu ini..sungguh luar biasa, super sabar uy.... orangnya..komting terbaik gue..neh... pendiam..tapi cool men... ga pernah marah...tapi sekali marah...wow...luar biasa.... ini foto pakde lagi nyantai pulang kuliah sama pas liburan dulu...