Skip to main content

Ayah teladan

Pagi ini ada kejadian yang menurutku luar biasa, seperti biasa setiap pagi aku bersiap siap untuk berangkat kerja dan tak biasanya dua anak manusia Muhammad Azzam dan Mikha belum juga beranjak dari tempat tidurnya, biasanya keduanya sudah kesana kemari, teriak sana sini, apalagi si bungsu yang setiap pagi kadang sudah membuka pintu dan teriak teriak agar pagar depan rumah dibuka sehingga dia bisa bebas kesana-kesana kemari dihalaman tetangga.

Sesaat tibalah sarapan pagi yang hangat, dan dari sebuah smartphone yang layarnya sudah retak-retak karena ulah dua anak manusia tersebut terdengar suara khas seorang Ustadz yang masuk kategori favoritku dan tema yang terdengar adalah tentang Krisis Ayah.

Ayah tahukah bahwa saat ini banyak anak-anak yang memiliki ayah tapi tak pernah merasakan kehadiran ayah sesungguhnya, ayahnya lebih suka dengan gadget, atau asyik dengan hobi dan pekerjaanya. Sekarang adalah zaman krisis ayah, ayah hadir hanya secara raga tanpa jiwa, kosong entah kemana.

Semakin lama untaian Ustadz ini membuatku tertegun saat beliau menyampaikan bahwa anak-anak akan meneladani setiap hal yang dilihatnya, apa-apa yang dialaminya itupula kemungkinan besar yang akan berlaku saat dewasanya kelak, bagamaina orang tua terutama ayah memperlakukan anaknya begitupula kemungkinan yang akan mereka lakukan disaat mereka memiliki anak. Teladan teladan yang diberikan ayah akan terekam kuat dalam memorinya. Bagi anak perempuan bagaimana perlakuan ayah padanya, saat dewasa hal itu bisa menjadi standar dalam dia mencari pasangan hidupnya kelak, sosok ayah yang diidolakannya seperti itu pula yang ingin ia dapatkan dari pasangannya kelak. Bagi anak laki-laki bagaimana ayah memperlakukan ibunya seperti itulah yang akan dia lakukan pada istrinya kelak.

Ayah, berikan teladan yang baik terutama untuk anak perempuanmu yang ketika dewasa jangan sampai ketidakhadiranmu membuatnya mencari kehadiran laki-laki lain yang jelas-jelas ini membahayakan baginya. Menjadi ayah, bukan masalah hanya nafkah lahir bagi anak-anak saja, melainkan kehangatan, kesediaan, keteladanan itu jauh lebih berharga diatas segalanya.

Melindungi anak-anak dengan keteladanan dan kehangatan yang baik jauh lebih penting ketimbang menghadirkan mainan-mainan, gadget mahal, aneka makanan lezat dan sebagainya. Usia anak-anak hanya sebentar dan segenggam iman masa kanak-kanak itu akan sangat berharga untuknya,

"Ku anfusikum wa ahlikum naro, Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka" Peringatan ini bukan main-man dan tak semudah membalikkan telapak tangan untuk mewujudkannya, perlu perjuangan saat usia anak dalam masa golden age (usia emas), dan hal ini tak akan diperoleh tanpa kehadiran ayah secara totalitas baik raga maupun jiwanya.

Mari berbenah untuk menjadi teladan dan pribadi yang hangat bagi anak-anak kita, kita genggam iman anak-anak agar senantiasa berada dalam jalur yang benar. Agar segenggam iman itu mampu mengantarkan kita menuju surgaNya Allah Azza wajalla.

Semoga manfaat
*Raswan Abdullah

Tokoh Referensi ; Ust. Bactiar Nasir
Buku Referensi ; Segenggam Iman Anak Kita (M. Fauzil Adhim)

Comments

Anonymous said…
Vitaman A. Ayah

Popular posts from this blog

Anakku sakit

seminggu yang lalu istriku sakit ditambah 1 minggu lebih putriku sakit, dan 3 hari harus opname dirumah sakit, keceriaanya hilang, tak ada lagi suara tawa candanya yang tiap pagi selalu berkicau, gerak-geraknya pun melemah... namun demikian ada begitu banyak hikmah yang dapat kupetik saat sakitnya, selain sakit memang merupakan Takdir dari Alloh Azza Wajalla… PERTAMA, mungkin dari apa-apa yang dimakannya ada terdapat hal-hal yang haram/syubhat sumbernya, sehingga ini memberikan hikmah bagaimana agar aku lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk keperluan nafkah anak dan istri. KEDUA, mungkin dalam pemilihan bahan makanan dan air kami selaku ayah dan ibu tidak teliti dengan membeli air sembarang saja tanpa memperhatikan higienitas, kesehatan sehingga Alloh menegur dengan member sakit di pencernaanya. dari kejadian ini kami akan berhati-hati dan selektif memilihkan bahan makanan dan minuman untuknya. KETIGA, mungkin selama ini kami terlena kehadirannya yang ter...

Belajar dari mereka yang tepat.... (part 1)

Membaca dan mengagumi beberapa karyanya, membaca TL di twitterya sampai beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seminarnya... Ippho Santosa, saya banyak belajar dari dia tentang kesuksesan, tentang 7 keajaiban rejeki dan percepatan rejeki... dari seminarnya ada satu hal yang sangat berkesan bagi saya.. ternyata untuk sukses berbakti kepada orang tua adalah hal yang sangat pokok dan tak bisa ditawar, kalo impian dan kehendak kita sudah selaras dengan orang tua tentu semua akan dimudahkan. berkaiatan dengan hal ini saya mempunyai cerita dan pengalaman pribadi tentang bagaimana keridhoan orang tua itu sangat manjur.. Cerita pertama adalah ketika saya selesai menamatkan pendidikan Mts/SMP saat itu Ibunda menyarankan saya untuk masuk sekolah SMK/SMEA, tapi saya bersikeras untuk bersekolah di Madrasah Aliyah, tak berapa lama sayapun mendaftarkan diri dan berhasil masuk tanpa tes, masa orientasi siswa pun saya jalani, dihari ke empat masa orientasi mengharuskan semua siswa baru untuk berma...

Rio..oh pakde

Gue kangen lu...pak de.. Pakde...gue yang satu ini..sungguh luar biasa, super sabar uy.... orangnya..komting terbaik gue..neh... pendiam..tapi cool men... ga pernah marah...tapi sekali marah...wow...luar biasa.... ini foto pakde lagi nyantai pulang kuliah sama pas liburan dulu...