Skip to main content

Jadilah semut, jangan jadi kepiting

Selamat pagi, semoga di hari yang begitu cerah ini setelah seharian semalaman kota ini diguyur hujan semoga di hari kamis yang penuh optimis ini kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT, Allah yang telah memberikan kita berbagai nikmat, nikmat iman dan islam, nikmat sehat, nikmat sanak famili, nikmat pekerjaan, nikmat relasi dan berbagai nikmat lain yang jika seluruh lautan digunakan untuk menjadi tinta untuk menuliskannya tentu masih kurang tinta tersebut untuk menuliskannya.

Dimana ada gula disitu ada semut? kalimat memang tak asing bagi kita, semut binatang kecil dengan segala keunikannya bahkan diabadikan oleh Allah azza wajalla dalam Al-Quran :

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS. An Naml: 17-18)

Pagi ini aku terusik untuk menulis tentang semut dikarenakan tadi pagi saat sholat subuh, aku diusili oleh binatang satu ini tanpa sadar peci yang biasa aku pake penuh dengan semut, seketika rasa geli menjalar dan sholat pun tak khusyuk.

Semut, binatang ini asyik lihatlah bagaimana mereka begitu kompak ketika bekerja, masing-masing sadar betul akan tanggungjawabnya. Mereka bahu membahu dalam mengumpulkan persediaan makanan sehingga saat musim paceklik tiba persediaan mereka sangat cukup untuk seluruh koloninya Saat berjalan lihatlah bagaimana semut begitu tertib, tak ada satupun yang berusaha mendahului semua begitu antri dengan tertib. Saat mereka berpapasan dengan dengan sesama mereka selalu menciumkan dirinya (apakah ini cara salam mereka?). Saat membawa barang yang lebih besar dari ukuran tubuhnya semut selalu melakukannya bersama-sama. Ringan sama dijinjing berat sama dipikul mungkin inilah prinsip mereka.

Harusnya kita bisa banyak belajar dari binatang satu ini, dalam kerjasama, dalam bekerja, harusnya bisa menanamkan prinsip-prinsip semut ini. Semut selalu mendorong rekannya untuk maju, harusnya kita pun begitu. Semut selalu bekerjasama tanpa menjatuhkan, harusnya kita pun mampu demikian kan?

Tapi, janganlah menjadi kepiting? kenapa makhluk yang satu ini pun memiliki berbagai kelebihan. Namun, lihatlah jika kepiting dikumpulkan dalam satu tempat. Ketika satu kepiting merangkak berusaha naik keatas, kepiting yang lain akan mengait dengan capitnya dari bawah. Jika diibaratkan dia tak mau kawannya bertumbuh, tak senang jika temannya berkembang.

Semoga kita bisa meneladani segala kebaikan yang ada dalam semut, dan bisa menghilangkan semua sifat buruk sebagaimana dalam diri kepiting. Mari kita dukung teman kita yang ingin maju, jika bisa berilah jalan atau panggung untuknya, berikan dorongan semangat, moril bahkan mungkin materi.

Mari semakin optimis dihari kamis
Semoga Manfaat
*Raswan Abdullah



Comments

Optimistic said…
Ayo.. Maju kawaaan! :D

Popular posts from this blog

Anakku sakit

seminggu yang lalu istriku sakit ditambah 1 minggu lebih putriku sakit, dan 3 hari harus opname dirumah sakit, keceriaanya hilang, tak ada lagi suara tawa candanya yang tiap pagi selalu berkicau, gerak-geraknya pun melemah... namun demikian ada begitu banyak hikmah yang dapat kupetik saat sakitnya, selain sakit memang merupakan Takdir dari Alloh Azza Wajalla… PERTAMA, mungkin dari apa-apa yang dimakannya ada terdapat hal-hal yang haram/syubhat sumbernya, sehingga ini memberikan hikmah bagaimana agar aku lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk keperluan nafkah anak dan istri. KEDUA, mungkin dalam pemilihan bahan makanan dan air kami selaku ayah dan ibu tidak teliti dengan membeli air sembarang saja tanpa memperhatikan higienitas, kesehatan sehingga Alloh menegur dengan member sakit di pencernaanya. dari kejadian ini kami akan berhati-hati dan selektif memilihkan bahan makanan dan minuman untuknya. KETIGA, mungkin selama ini kami terlena kehadirannya yang ter...

Belajar dari mereka yang tepat.... (part 1)

Membaca dan mengagumi beberapa karyanya, membaca TL di twitterya sampai beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seminarnya... Ippho Santosa, saya banyak belajar dari dia tentang kesuksesan, tentang 7 keajaiban rejeki dan percepatan rejeki... dari seminarnya ada satu hal yang sangat berkesan bagi saya.. ternyata untuk sukses berbakti kepada orang tua adalah hal yang sangat pokok dan tak bisa ditawar, kalo impian dan kehendak kita sudah selaras dengan orang tua tentu semua akan dimudahkan. berkaiatan dengan hal ini saya mempunyai cerita dan pengalaman pribadi tentang bagaimana keridhoan orang tua itu sangat manjur.. Cerita pertama adalah ketika saya selesai menamatkan pendidikan Mts/SMP saat itu Ibunda menyarankan saya untuk masuk sekolah SMK/SMEA, tapi saya bersikeras untuk bersekolah di Madrasah Aliyah, tak berapa lama sayapun mendaftarkan diri dan berhasil masuk tanpa tes, masa orientasi siswa pun saya jalani, dihari ke empat masa orientasi mengharuskan semua siswa baru untuk berma...

Rio..oh pakde

Gue kangen lu...pak de.. Pakde...gue yang satu ini..sungguh luar biasa, super sabar uy.... orangnya..komting terbaik gue..neh... pendiam..tapi cool men... ga pernah marah...tapi sekali marah...wow...luar biasa.... ini foto pakde lagi nyantai pulang kuliah sama pas liburan dulu...